Advertisement

Bertemu Jokowi, Pedagang di Pasar Anyar Bilang, 'Saya Orang Boyolali, Lho'

Nada 5 11 18 Hot News
Bertemu Jokowi, Pedagang di Pasar Anyar Bilang, 'Saya Orang Boyolali, Lho'

Terasjabar.id - Presiden Joko Widodo berbincang dengan satu pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, saat melakukan kunjungan pada Minggu (4/11/2018) pagi.


Di sana, Jokowi sempat singgah di sebuah lapak ikan dan membeli satu kilogram ikan laut.


Tiba-tiba, laki-laki pedagang ikan tersebut nyeletuk, “Saya orang Boyolali lho, Pak Jokowi.”


Mendengar celetukan itu, Presiden Jokowi tersenyum. “Oh, Boyolali...” kata Jokowi.


Kemudian, si pedagang mengatakan, kampung halamannya di Boyolali, tepatnya berada di Sambi.


Jokowi mengatakan, ia juga berdarah Boyolali.


Orangtua dari Ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomihardjo, berasal dari Boyolali.


“Kalau saya di Ngemplak,” timpal Jokowi dengan menggunakan bahasa Jawa.


Diketahui, kakek dan nenek Jokowi dari ibunya bernama Wirorejo dan Sani.


Keduanya berasal dari Dusun Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.


Jokowi blusukan sekitar 30 menit di Pasar Anyar.


Selain membeli ikan, Jokowi juga membeli tahu, tempe, melinjo, petai, daging sapi, dan jeruk peras.


Setelah itu, Jokowi kembali menggunakan motornya menuju Kantor Wali Kota Tangerang untuk mengikuti senam bersama warga.


Topik Boyolali sedang ramai jadi perbincangan di media sosial karena pidato calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto baru-baru ini.


Awalnya, Prabowo mengatakan, Jakarta dipenuhi gedung menjulang tinggi dan hotel-hotel mewah.


Ia menyebutkan beberapa hotel berbintang di Ibu Kota.


"Tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk ke hotel-hotel tersebut. Betul?” tanya Prabowo.


“Betul,” jawab masyarakat Boyolali yang menjadi pendengarnya.


“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian, ya tampang Boyolali ini, betul?” kata Prabowo lagi.


Pidato Prabowo ini menuai polemik, khususnya di media sosial, karena ada pihak yang tidak terima orang Boyolali diidentikkan dengan orang susah.


(Hadidena/Sumber: Tribun News)

Related Post

Comment