Advertisement

Terkendala Dokumen Kepemilikan Lahan, Banjir di Melong Masih Belum Teratasi

Admin B 5 11 18 Hot News
Terkendala Dokumen Kepemilikan Lahan, Banjir di Melong Masih Belum Teratasi

Terasjabar.id - Warga melintas di samping sungai yang menjadi lokasi langganan banjir di Kampung Kiara, Jalan Sasakgolkar, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin, 17 April 2017. Penanganan banjir Melong perlu partisipasi semua daerah terkait. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mempersiapkan anggaran untuk normalisasi daerah yang menjadi langganan banjir tersebut.*

 Upaya Pemkot Cimahi menangani banjir Melong belum menunjukkan hasil. Proses pembebasan lahan tidak bisa dilakukan sebelum pemilik lahan menunjukkan dokumen kepemilikan yang sah sesuai aturan berlaku. 

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, M. Nur Kuswandana mengungkapkan, pihaknya tidak bisa membebaskan lahan seluas hampir 4.000 meter persegi, karena PT Dewa Sutratex selaku pemilik lahan belum menunjukkan dokumen kepemilikan tanah. 

"Progres pembebasan banjir Melong sudah sampai pembebasan lahan di Cigugur Tengah dan sudah kami bayarkan. Tinggal milik PT Dewa Sutratex yang sampai sekarang kami masih belum mendapatkan dokumen-dokumen kepemilikannya dari pemilik lahan," ujar Kuswandana, Minggu 4 Oktober 2018.

Proses pembebasan lahan diantaranya dilakukan di Kelurahan Cigugur Tengah sekitar 6.000 meter lahan di RW 08 dan 17. Di kelurahan ini, total terdapat 27 bidang tanah dan satu bidang kuburan.

Sedangkan di Kelurahan Melong ada sekitar 4.000 meter persegi tanah yang akan dibebaskan. Seharusnya, lanjut dia, pembebasan lahan sudah selesai diakhir 2018.

Anggaran yang disediakan untuk pembebasan lahan ini mencapai Rp 47 miliar.

"Lahan yang akan kami bebaskan seluas satu hektare, berada di dua wilayah yaitu di wilayah Cigugur Tengah seluas 6.000 meter dan 4.000 meter di wilayah Melong sendiri," katanya.

Namun demikian, ia mengaku pesimistis bisa membebaskan lahan milik PT Dewa Sutratex di tahun ini. Pasalnya hingga saat ini pihaknya belum mendapat alasan mengapa pemilik lahan tidak dapat memperlihatkan dokumen kepeilikan lahan. 

"Padahal sudah beberapa kali diberikan surat, bahkan Walikota sudah beberapa kali melakukan pertemuan. Terakhir Pak Wali bertemu di RW 2 Melong sama warga," ujarnya.

Terkait hal itu, DPKP Kota Cimahi akan mencoba menemui pihak PT Dewa Sutratex untuk meminta dokumen kepemilikan lahan pada 5 November 2018.

"Saya tidak tahu latar belakang pihak perusahaan terkait dokumen lahan tersebut. Sebetulnya secara prinsip mereka setuju tapi pada waktu prakteknya dokumen itu sulit untuk dikeluarkan," tuturnya.

Dia membantah bila terhambatnya pembebasan lahan tersebut terkait penetapan harga. Sebab, untuk penentuan harga pihaknya melibatkan tim appraisal, sehingga nilai yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis terhadap fakta-fakta yang objektif dan relevan, dengan menggunakan metode berdasarkan nilai yang sebenarnya.

"Intinya harga yang dibebaskan tentu sesuai berdasarkan lahan tersebut. Bukan hanya dilihat dari nilai jual objek pajak (NJOP), tapi kita perhitungkan juga nilai sosial, ekonomi dan sebagainya," ujarnya.

Ia menyebutkan Pembebasan lahan dikawal oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang terdiri dari unsur kejaksaan dan kepolisian. 

"Kerjasama itu dilakukan dalam rangka untuk bagaimana pembangunan pembangunan bisa berjalan sesuai dengan rencana dan taat aturan," ucapnya.

Untuk pengentasan banjir, saluran yang harus dilebarkan ialah yang mengarah ke Kabupaten Bandung hingga Sungai Citarum. Pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung mengenai pembebasan lahan di wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Kota Cimahi.

Dia mengakui bila semua kebijakan ini tidak akan disetujui 100 persen oleh warga. Untuk itu ia memohon masyarakat bisa memahami hal tersebut.

"Kami yakin pembebasan banjir Melong pada tahun 2020 bisa tuntas sesuai target. Saat ini kita sudah menuju arah itu," katanya.

(Sari/Sumber : Pikiran Rakyat)

Related Post

Comment