Advertisement

Begini Cara Memberi Makan Kucing yang Benar Menurut Sains

Malda 5 11 18 Life Style
Begini Cara Memberi Makan Kucing yang Benar Menurut Sains

Terasjabar.id - Untuk mencari makan, kucing liar harus berburu mangsa terlebih dahulu. Hal itulah yang menyebabkan kucing peliharaanmu masih senang mengejar hewan-hewan kecil seperti cicak, tikus, atau serangga, karena hanya dengan cara itulah nenek moyang mereka bisa makan.

Setelah menjadi peliharaan manusia, umumnya kucing akan diberikan makanan khusus yang ditaruh di dalam sebuah wadah sehingga mereka tidak perlu lagi bersusah payah mengejar mangsa untuk dimakan.

Kebiasaan memberi makan seperti ini mungkin dianggap sepele oleh pemilik kucing, namun American Association of Feline Practitioners (AAFP), mengkhawatirkan cara memberi makan seperti ini karena dapat mengubah perilaku kucing dan menyebabkan masalah kesehatan serta emosional.

Gaya hidup ‘malas’ kucing pun dikhawatirkan dapat menyebabkan masalah seperti obesitas, stres, dan makan berlebihan.

"Saat ini, sebagian besar kucing peliharaan diberi makan satu lokasi saja, atau diberi makanan enak dalam jumlah besar setiap hari," kata Dr Tammy Sadek dalam siaran pers yang dikutip IFL Science.

“Selain itu, banyak kucing rumahan mendapat stimulasi lingkungan terlalu sedikit dan yang dilakukan hanya makan. Cara memberi makan seperti ini tidak sesuai dengan kebutuhan perilaku kucing.”

Jangan beri makan di satu lokasi

Sadek dan rekan-rekannya menyarankan agar kucing diberi makan sesuai dengan porsinya di banyak lokasi di dalam rumah, terutama di tempat tinggi.

Dengan cara ini, kucing akan dipaksa untuk ‘berburu’. Menaruh makanan di tempat yang jauh dan tenang juga baik untuk kucing karena studi lain menyebutkan kucing yang makan di tempat berisik dapat menyebabkan masalah perilaku.

Ia juga menyarankan agar makanan kucing diberikan dalam wadah yang diberi teka-teki agar kucing diberikan rangsangan mental sebelum makan.

Di rumah yang memiliki banyak kucing, menaruh makanan dan minuman di beberapa tempat yang berbeda juga dapat membantu menghindari konflik dan agresi antar kucing. Para penulis studi mencatat, stres berkepanjangan pada seekor kucing ternyata juga dapat ditiru oleh kucing lain di sekitarnya dan itu akan menyebabkan masalah perilaku.

 

 

 

 

(Tika/Sumber:Kumparan.com)

 

Related Post

Comment