A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/Article.php

Line Number: 287

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjabar.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 287
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjabar.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
KPK Panggil Direktur Keuangan PT MSU Terkait Kasus Suap Meikarta | Teras Jabar
Advertisement

KPK Panggil Direktur Keuangan PT MSU Terkait Kasus Suap Meikarta

Malda 5 11 18
KPK Panggil Direktur Keuangan PT MSU Terkait Kasus Suap Meikarta

Terasjabar.id - Penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono sebagai saksi. Hartono akan diperiksa dalam perkara dugaan suap pengurusan perizinan proyek Meikarta dengan tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.

"Kita periksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Billy Sindoro)," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin (5/11).

Selain memeriksa Hartono, penyidik KPK juga dijadwalkan memeriksa dua saksi lainnya yakni Alex Satudy selaku Kabag Hukum Pemkab Bekasi serta Kasimin selaku PNS pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi.

Diketahui PT MSU merupakan kontraktor proyek Meikarta sekaligus anak usaha PT Lippo Cikarang Tbk.

Diketahui dalam kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta ini KPK menetapkan sembilan orang tersangka. Empat pihak yang diduga pemberi suap yakni Billy Sindoro, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, dan Henry Jasmen selaku pegawai Lippo Group.

Sementara lima orang sebagai pihak yang diduga penerima suap yakni Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kadis PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Bekasi Dewi Trisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi.

Kesembilan tersangka itu diduga terlibat suap pengurusan izin untuk mega proyek Meikarta. Adapun, commitment fee untuk pengurusan berbagai perizinan di proyek Meikarta yakni Rp 13 miliar. Namun, diduga suap yang baru terealiasi sebesar Rp 7 miliar.

 

 

 

(Tika/Sumber:Kumparan.com)

 

Related Post

Comment