Advertisement

Selasa, 20 Agustus 2019 13:24 WIB

Sempat Kritis, Pendaki Gunung Kerinci asal Sumut Meninggal karena Dehidrasi

Fahrul Maulana —Hot News
Sempat Kritis, Pendaki Gunung Kerinci asal Sumut Meninggal karena Dehidrasi

Terasjabar.id - Seorang pendaki Gunung Kerinci meninggal dunia saat sampai di R10. Pendaki bernama Iglesias Sinaga, warga asal Sumatera Utara (Sumut) itu, sempat kritis di shelter tiga dengan ketinggian sekitar 3.250 mdpl (meter di atas permukaan laut).

“Korban sampai di R10 pada Senin (19/8/2019), pukul 23.45 WIB. Setelah dilakukan pengecekan oleh tim medis, ternyata dia sudah meninggal. Diduga karena dehidrasi dan asam lambung,” kata petugas R10 Kersik Tuo pendakian Gunung Kerinci Evaraizal Mirza, Selasa (20/8/2019).

Berdasarkan informasi dari teman-teman korban, korban menderita asam lambung. Korban juga diduga juga mengalami dehidrasi saat sampai shelter tiga hingga akhirnya dinyatakan oleh tim medis sudah meninggal.

Saat ini, jenazah korban masih di Rumah Sakit Umum Kerinci. Tim medis segera menyerahkan jenazah korban kepada keluarganya dari Pematangsiantar.

“Kami masih menunggu keluarga korban untuk diserahkan kepada keluarganya,” ujarnya.

Sementara dua pendaki lainnya dievakuasi oleh petugas dalam kondisi selamat, yakni Anggini Putri Anaki (22) dan Dewi FL Sinambela. Keduanya sudah dijemput keluarganya.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumbar Yunaidi mengatakan, para pendaki yang mengalami kritis di Gunung Kerinci naik pada Kamis, 15 Agustus 2019 dari R10 dan rencananya turun pada Sabtu, 17 Agustus.

“Satu orang ini kemarin memang kritis. Semalam baru sampai di R10 Kersik Tuo dan dipastikan oleh tim medis sudah meninggal,” katanya.

Saat mendaki, korban telah memiliki surat keterangan sehat oleh dokter. Namun, korban kemungkinan kelelahan dan kondisinya memburuk karena pengaruh cuaca di gunung.

Sementara pendaki lain, Anggini Putri Anaki (22), warga Pariaman Utara yang naik pada 15 Agustus 2019 mengatakan, saat melakukan pendakian, kondisi fisiknya menurun. Bahkan, dia sempat tidak sadarkan diri. Namun, Anggini bisa diselamatkan dan sudah dijemput keluarganya. Begitu juga pendaki lainnya, Dewi FL Sinambela, berhasil diselamatkan setelah mendapat perawatan medis di puskesmas.

(iNews.com)





Related Post



Comment