Advertisement

Senin, 5 November 2018 08:46 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal III 2018 Diprediksi 5,1 Persen

Malda —Teras Bisnis
Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal III 2018 Diprediksi 5,1 Persen

Terasjabar.id - Badan Pusat Statistik (BPS) pagi ini akan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kuartal III 2018. Sejumlah ekonom pun telah memberikan proyeksinya.

Kepala Penelitian Makroekonomi dan Finansial LPEM UI Febrio Kacaribu memproyeksi, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1 persen di kuartal III 2018.

Angka ini lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,27 persen, namun lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar 5,06 persen.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penyokong perekonomian domestik.

Adapun laju konsumsi rumah tangga diperkirakan stabil sekitar 5 persen.

Namun demikian, pertumbuhan investasi dan manufaktur diproyeksi melambat akibat gejolak global dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

"Pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,1 persen di kuartal III 2018. Pertumbuhan manufaktur dan realisasi investasi yang melambat sepanjang semester pertama 2018 disebabkan oleh peningkatan gejolak global, depresiasi rupiah, dan faktor musim politik," ujar Febrio.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah juga memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen di kuartal III 2018. Namun menurutnya, konsumsi rumah tangga justru diproyeksi mengalami perlambatan dari kuartal sebelumnya, mengingat masa Ramadan dan Idul Fitri terjadi di kuartal II 2018.

Laju investasi juga dinilai mengalami perlambatan lantaran faktor global dan domestik. Hal ini membuat investor menjadi wait and see untuk menaruh dananya di Indonesia.

"Kuartal III diperkirakan akan lebih rendah dari sebelumnya, saya memperkirakan 5,1 persen. Faktor penyebab penurunan adalah melambatnya pertumbuhan investasi dan konsumsi," jelas Piter.

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memproyeksi ekonomi akan tumbuh 5,05 persen di kuartal III ini. Konsumsi rumah tangga akan kembali di kisaran 4,9 hingga 5 persen.

"Konsumsi rumah tangga pascalebaran kembali ke kisaran 4,9 sampai 5 persen, artinya tidak mampu dorong pertumbuhan yang lebih tinggi. Bunga bank mulai naik jadi masyarakat lebih menahan diri untk konsumsi barang," katanya.

Selain itu, faktor depresiasi rupiah juga turut menekan konsumsi rumah tangga.

Namun, depresiasi rupiah justru belum mampu mendorong kinerja ekspor selama kuartal III 2018.

"Faktor kinerja ekspor tumbuh tapi cukup lambat karena pengaruh proteksi dagang dari India yang menaikkan bea masuk CPO menjadi diatas 50 persen. Permintaan bahan baku dari negara tujuan ekspor tradisional juga masih loyo," jelasnya.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara sebelumnya mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 tak akan berbeda jauh dengan kuartal I 2018, yakni kurang dari 5,1 persen.

Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih baik, didukung oleh daya beli yang terjaga dan keyakinan konsumen juga tetap tinggi.

Investasi pun dinilai masih tumbuh cukup tinggi meskipun terjadi perlambatan, ditopang oleh investasi bangunan, terkait proyek infrastruktur dan properti, maupun investasi non-bangunan.

Namun, kenaikan pertumbuhan ekspor tidak sekuat proyeksi. Di sisi lain, impor juga tumbuh lebih tinggi dibandingkan ekspor.

"Angkanya mirip-mirip kuartal I 2018. Kurang dari 5,1 persen sedikit," kata Mirza.

 

 

(Tika/Sumber:Kumparan.com)


Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III 2018



Related Post



Comment