Advertisement

Gerindra: Pidato Prabowo dipelintir, tak ada maksud merendahkan martabat Boyolali

S.N.A 4 11 18 Pendidikan
Gerindra: Pidato Prabowo dipelintir, tak ada maksud merendahkan martabat Boyolali

Terasjabar.id- Partai Gerindra menuding ada pihak sengaja memelintir video pidato Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 02 Prabowo Subianto, di depan pendukungnya, di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa pekan lalu.

Video yang kemudian diunggah di media sosial tersebut kemudian viral dan menimbulkan keresahan di Boyolali. Dan puncaknya, hari ini ribuan warga Boyolali menggelar aksi demonstrasi di Simpang Patung Kuda, Jalan Pandanaran.

"Apa yang viral di media itu, bisa dikatakan plintiran, karena dipotong, tidak utuh. Kalau kita melihat videonya secara utuh, persepsinya tentu tidak seperti itu," ujar Juru Bicara Badan Pemenangan Prabowo Sandi Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sriyanto Saputra, kepada wartawan, di Solo, Minggu (4/11).

Sriyanto yang mengaku asli Boyolali tersebut menjelaskan, apa yang disampaikan Prabowo terkait 'Tampang Boyolali' di depan kader, partai koalisi, relawan dan pendukung. Menurut dia, acara tersebut sebetulnya merupakan agenda internal, yakni peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Kabupaten Boyolali. Otomatis, lanjut dia, ilustrasi yang disampaikan diperuntukkan bagi para pendukungnya.

                        

Dia mengatakan, saat berpidato, Prabowo tidak bermaksud untuk merendahkan atau menyaksikan hati masyarakat Boyolali. Namun, Prabowo hanya ingin menggambarkan masih adanya kemiskinan dan ketimpangan yang terjadi di Indonesia, terutama antara Jakarta dengan daerah lainnya.

"Kami heran kalau kemudian ada yang tersinggung tapi di luar forum yang hadir di kesempatan tersebut. Tapi itu hak mereka, cuma kami mengamati banyak terdapat baliho, spanduk yang menebar kebencian dan mendeskreditkan Pak Prabowo. Bagi kami biar saja, rakyat yang akan menilai," tandasnya.

Sriyanto menengarai aksi demonstrasi yang terjadi Minggu pagi, sebagai pengerahan massa yang juga melibatkan ASN (Aparatur Sipil Negara). "Yang kami juga heran, kok mobilisasi masa itu mengerahkan ASN. Ada camat, kepala desa, kami punya bukti-buktinya di sana. Tapi soal itu, ada Bawaslu. Yang kami garis bawahi, apa yang dilakukan Pak Prabowo itu bukan ditujukan untuk masyarakat umum, tapi pada kader dan pendukung yang hadir dalam acara di Boyolali saat itu. Tidak ada niat dari Pak Prabowo untuk mendegradadasi warga Boyolali, apalagi merendahkan martabat orang Boyolali," kata dia.

Di tempat sama, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Ferry Juliantono meminta para pendukung Prabowo dan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan situasi yang terjadi saat ini.

"Saya harapkan agar masyarakat tetap berpikir jernih, supaya masalah yang sebenarnya terjadi di Boyolali cepat terselesaikan," kata Ferry.

Menurut Ferry, apa yang disampaikan Prabowo tentang kemiskinan dan ketimpangan tersebut merupakan fenomena nasional yang mungkin juga terjadi di Boyolali. Dengan hadirnya Prabowo ke Boyolali, justru merupakan keinginan dan niat baik untuk bertatap muka dan menyerap aspirasi warga Boyolali.

"Oleh karena itu, sekali lagi mengharapkan kepada semua pihak, jangan menggunakan isu ini untuk dipelintir seolah-olah kami mendiskreditkan masyarakat Boyolali," pungkas Ferry.

(Nada/Sumber:Merdeka.com)

Related Post

Comment