Advertisement

Prabowo bingung guyonannya selalu dipersoalkan

S.N.A 4 11 18 Hot News
Prabowo bingung guyonannya selalu dipersoalkan

Terasjabar.id- Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto merasa bingung terhadap pihak-pihak yang mempermasalahkan beberapa pidatonya. Termasuk materi pidato yang sifatnya guyonan.

"Saya baru keliling kabupaten di Jawa Timur. Mungkin saudara monitor. Saya bingung kalau bercanda dipersoalkan, saya ngomong begini, begitu dipersoalkan," kata Prabowo di pelataran GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11).

Prabowo memahami saat ini adalah muslim politik. Tapi, dia heran jika setiap materi pidato selalu dipersoalkan. Dia mengambil beberapa contoh. Antara lain pada saat membahas tentang ekonomi bangsa atau mengganti kata ibu-ibu menjadi emak-emak.

"Tidak boleh ngomong ekonomi, tidak boleh becanda. Sekarang istilah emak-emak tidak boleh. Istilah katanya tidak bagus. Lah yang mau dia sendiri, saya bilang ibu-ibu dia (kaum ibu) protes," ujar dia.

Kini Danjen Kopassus ini menjadi bimbang ketika diberikan kesempatan berbicara ke hadapan publik. Terlebih ketika candaannya dipermasalahkan.

"Jadi sekarang joke harus dibatasi. Ini dibatasi jadi saya bingung saya mau bicara apa," kata dia.

Sebelumnya, pidato Prabowo Subianto mengenai tampang Boyolali dipersoalkan. Seorang warga Boyolali bernama Dakun (47) melaporkan calon presiden nomor urut 02 itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Pelaporan itu buntut dari pidato Prabowo di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10).

Dalam laporan itu, yang tertuang bernomor : LP/6004/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 2 November 2018, Dakun tersinggung dan terhina lantaran Prabowo berkata soal 'tampang Boyolali'. Ia merasa ucapan Prabowo melecehkan dan seolah-olah menyatakan warga Boyolali miskin dan tidak pernah masuk mal dan hotel.

"Itu terkesan miskin dan tidak pernah masuk mal atau hotel. Padahal, yang namanya hotel di Jakarta ini saya sendiri contohnya sering (ke hotel dan mal)," katanya di lokasi, Jumat (2/11) malam.

Katanya, tak sedikit tokoh dan pahlawan di Indonesia berasal dari Boyolali. Meski bercanda, Dakun merasa perkataan Prabowo tak layak diucapkan apalagi seorang calon presiden.

"Seharusnya seorang Prabowo yang calon presiden atau calon (presiden) yang lain harus menyejukan apalagi sekarang lagi didengung-dengungkan masalah kampanye damai, harus bisa menyejukan hatilah, gitu," tegasnya.

(Nada/Sumber:Merdeka.com)

Related Post

Comment