Advertisement

Kamis, 15 Agustus 2019 19:24 WIB

Klarifikasi Koko Calon Paskibraka Labuhanbatu yang Videonya Viral

S.N.A —Hot News
Klarifikasi Koko Calon Paskibraka Labuhanbatu yang Videonya Viral

Terasjabar.id - Calon Paskibraka (Capaska) asal Labuhanbatu, Sumatera Utara, Koko Ardiansyah ramai jadi bahan perbincangan. Namanya dibicarakan setelah video curhatannya gagal menjadi anggota paskibraka viral di media sosial.

Dalam video pertama, Koko menduga ada kecurangan di balik kegagalannya masuk dalam formasi paskibraka Kabupaten Labuhan Batu. Setelah itu, muncul lagi video kedua.

Video yang diunggah pada Kamis (15/8/2019) itu, Koko mengklarifikasi dan menyatakan dirinya merupakan calon anggota cadangan. Video tersebut diposting di akun instagram poetralabura dan YouTube.

"Saya ingin mengklarifikasi bahwa, saya di situ hanya sebagai cadangan. Kemarin itu saya sudah tahu bahwa ada yang dikirim ke provinsi dua orang putra," kata Koko dalam video tersebut.


Dalam video itu, Koko menjelaskan ada dua orang yang mengikuti seleksi calon anggota paskibraka dari provinsi dan hanya satu orang yang berhasil lolos. Sedangkan satu orang lagi kembali bertugas di Kabupaten.

Koko menyadari posisinya sebagai anggota cadangan kedua. Sehingga Koko tetap tidak bisa masuk sebagai anggota paskibraka perwakilan Labuhan Batu.

"Saya itu sudah tahu kalau bahwasanya ada yang dikirim ke provinsi, dua orang putra dan yang lulus di provinsi itu cuma satu orang. Dan karena cuma satu, yang satu lagi balik lagi tugas di kabupaten, dan karena saya di posisi cadangan kedua, nama saya yang digantikan oleh putra yang dari provinsi itu yang gagal masuk," kata Koko. 

Koko juga mengklarifikasi berita yang memuat kabar kalau ibunda Koko menjahit baju paskibraka dengan cara mengutang. Koko meminta maaf atas kehebohan dirinya terkait kegagalan menjadi anggota paskibraka.

"Jadi saya ingin klarifikasi berita yang menambahkan kalau ibu saya mengutang untuk menjahit baju itu, itu bohong. Dan untuk bapak Dinas Kepemudaan Olah Raga saya minta maaf untuk kemarin berita viral tersebut karena saya pun belum tahu soal berita yang dua orang yang lolos dari perwakilan kabupaten untuk mewakili seleksi di provinsi yang jebol cuma satu," ucap Koko.


Koko mengaku telah bertemu dengan Kadispora setempat untuk dijelaskan duduk perkaranya. 

"Dan saya sudah bertemu Pak Kadispora dan sudah menjelaskan semua bahwa yang gantikan saya putra dari salah seorang putra yang mewakili paskib kabupaten Labuhan Batu yang tes di provinsi yang tidak jebol dan mungkin sekian klarifikasi," kata Koko.

Sementara itu, Ketua Pengurus Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Labuhanbatu Nanda Azhari Rambe mengatakan setiap anak memiliki kesempatan untuk ikut andil menjadi bagian keanggotaan paskibraka. Dia berharap Kemenpora dan Gubernur Sumut memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan Kepaskibraan di Sumatera Utara.

"Kami berpendapat setiap orang memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi Paskibraka. Yang membedakannya adalah kemampuan dan kompetensi yang dimiliki oleh yang bersangkutan bukan status sosialnya," paparnya.


"Kami meminta dengan hormat kepada Bapak Kemenpora dan Gubernur Sumatera Utara untuk memberikan perhatian khusus terhadap penyelenggaraan Kepaskibrakaan di Sumatera Utara Kabupaten Labuhanbatu agar kejadian yang sama tidak terulang kembali di masa yang akan datang," lanjut dia.

Nanda merekomendasikan kepada Kadispora Labuhan batu untuk memberikan perhatian terhadap Koko dan diikutsertakan ke dalam anggota Paskibrakan 2019 atau 2020.

"Kami merekomendasikan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Labuhan Batu untuk memberikan perhatian kepada adinda Koko Ardiansyah untuk dapat diikutsertakan ke dalam Paskibraka tahun 2019 atau 2020," ujarnya.

Klarifikasi Koko Calon Paskibraka Labuhanbatu paskibraka



Related Post



Comment