Advertisement

Pemkot Cimahi Masih Memiliki Berbagai Kendala untuk Selesaikan Banjir Melong

Epenz 4 11 18 Hot News
Pemkot Cimahi Masih Memiliki Berbagai Kendala untuk Selesaikan Banjir Melong

Terasjabar.id - Pemerintah Kota Cimahi hingga saat ini masih memiliki berbagai kendala untuk menyelesaikan masalah banjir Melong yang kerap terjadi saat musim hujan.


Pasalnya, hingga saat ini belum ada kesepakatan kerjasama penanggulangan banjir dengan pihak Kabupaten Bandung, Pemkot Cimahi pun masih terkendala terkait pembebasan lahan.


Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, M Nur Kuswandana mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum bisa membebaskan lahan seluas 4.000 meter persegi milik PT Dewa Sutratex.


"Karena pemilik lahan belum dapat menunjukan dokumen kepemilikan tanah. Sehingga, jika belum mendapatkan dokumen kepemilikan maka pemerintah Cimahi tidak dapat membayar lahan tersebut," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (4/11/2018).


Ia mengatakan, progres pembebasan lahan melong saat ini sudah sampai pembebasan lahan di Cigugur tengah dan pembayarannya pun sudah dilakukan.


Menurutnya, pembebasan lahan tersebut seharusnya sudah selesai diakhir tahun 2018 ini karena anggarannya sudah disediakan sebesar Rp 47 miliar.


"Selain itu, kami juga sudah konfirmasi dengan Balai Besar Wilayah Sugai (BBWS) Citarum, sehingga pada 2019 fisik sudah disiapkan oleh BBWS Citarum," katanya.


Total lahan yang akan dibebaskan untuk mengatasi banjir Melong tersebut, kata dia, seluas satu hektar yang berada didua wilayah yakni di wilayah Cigugur Tengah seluas 6.000 meter dan 4.000 meter di wilayang Melong.


Namun pihaknya mengaku pesimis bisa membebaskan lahan milik PT Dewa Sutratex pada tahun ini. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum mendapat alasan terkait pemilik lahan tidak dapat memperlihatkan dokumen kepeilikan lahan.


"Sehingga kami tidak mengetahui permasalahannya secara pasti. Padahal sudah beberapa kali diberikan surat, bahkan Walikota juga sudah melakukan pertemuan. Terakhir pak Wali bertemu di RW 2 Melong, Kamis atau Jumat kemarin," katanya.


Untuk itu, pada hari Senin 5 November 2018, pihaknya akan mencoba menemui pihak PT Dewa Sutratex untuk meminta dokumen kepemilikannya.


"Karena secara prinsip mereka setuju tapi pada waktu prakteknya dokumen itu sulit untuk dikeluarkan dan kami dapatkan," kata Nur.


(Hadidena/Sumber: Tribun Jabar)

Related Post

Comment