Advertisement

Taman Perjuangan Diresmikan di Cimahi, Lokasinya di Tempat TNI dan Rakyat Sergap Konvoi Belanda

Taman Perjuangan Diresmikan di Cimahi, Lokasinya di Tempat TNI dan Rakyat Sergap Konvoi Belanda
Editor: Malda Teras Cimahi —Selasa, 13 Agustus 2019 18:53 WIB

Terasjabar.id - Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna meresmikan taman baru yang diberi nama Taman Perjuangan (Monumen Alutsista) yang berlokasi di Jalan HMS Mintaredja, Kota Cimahi pada Selasa (13/8/2019).

Peresmian yang rencananya digelar sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi,mundur selama kurang lebih 40 menit.

Acara peresmian tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB yang dibuka langsung dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Tampak Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna dan Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana beserta unsur TNI dan SKPD Kota Cimahi.

Dalam acara tersebut Ajay memberikan sambutan dan setelah itu, orang nomor satu di Kota Cimahi mendatangi lokasi Monumen Alutsista menggunakan Bus Sakoci.

Bus rombangan tersebut disambut murid dari sekolah SDN Cimahi Mandiri 1 dan SDN Cimahi Mandiri 2 dengan memainkan alat musik angklung sambil melambaikan tanganya.

Sekitar pukul 14.27, Ajay M Priatna didampangi Ngatiyana secara simbol meresmikan Taman Perjuangan tersebut dengan memotong pita dan menandatangani prasasti peresmian taman.

Ajay mengatakan peresmian Taman Perjuangan ini sebagai simbol bahwa kota Cimahi identik dengan sebutan Kota Militer.

"Hari ini ada dua alat alutsista yang disimpan, sebagai mengingatkan memang kota ini dulunya didesain untuk garnisum militer. Orang merasa bahwa masuk ke Kota Cimahi sebuah kota yang dikenal kota militernya," ujar Ajay M Priatna seusai meresmikan Taman Perjuangan, Selasa (13/8/2019).

Ajay mengatakan nantinya Taman Perjuangan ini sebagai bahan edukasi bagi masyarakat Kota Cimahi khususnya kaum milenial yang harus mencintai sejarahnya.

Terkait Penamaan Taman Perjuangan

Ajay mengatakan dipilihnya nama Taman Perjuangan karena menurut sejarah yang pernah dibacanya, pada masa pemerintah Kolonial Belanda yang sedang konvoi besar-besaran, lalu pejuang rakyat Indonesia bersama tentara Indonesia melawannya.

"Dulu di sini tuh ada suatu konvoi Belanda diserang sama TNI dan pejuang pejuang kita, ini sebagai alat perjuangan dulu," ujarnya

"Dan sekarang perjuangan kami Pemeritah Kota Cimahi perjuangkan bagaimana apa yang diharapkan masyarakat, kami perjuangkan sekuat tenaga," kata Ajat M Priatna.

Selain di Taman Perjuangan ini, terdapat alat alutsista berupa meriam yang dipajang di gerbang Komplek Padasuka Indah Kota Cimahi, di Taman Segita dekat Cimol Cimahi, dan Taman Aderaga.

Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada TNI Angkatan Darat, Kodam III Siliwangi yang telah mengibahkan alat alutsista kepada Pemerintah Kota Cimahiuntuk menyukseskan Taman Kota Wisata Militer ini.

"Alhamdulillah TNI AD memberikan hibah yaitu alutsista kendaraan tank, panser, dan meriam. Ini semuanya TNI AD merespons dan di antarkan kepada kita," ujar Ngatiyana.

Ngatiyana menambahkan semoga dengan adanya Taman Perjuangan ini bisa ada sinergis antara Pemkot Cimahi, TNI dan masyarakat untuk membangun Kota Cimahi ke depannya.

Letkol CPL, Jon Marti Purba dari Kodam III Siliwangi mengatakan sebenarnya barang atau alutsista ini merupakan milik rakyat dan bisa dinikmati oleh rakyat kembali.

"Ini alat milik rakyat, supaya bisa dinikmati, dilihat dan ini semuanya bisa dirasakan oleh rakyat," ujarnya.

Ia menambahkan, alat tank, panser, dan meriam keadaan sudah tidak ada senjatanya dan semuanya tinggal kerangka saja.

Warga di RW 11, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi, Deanesa (23) mendukung adanya taman baru di wilayahnya.

"Saya mendukung sekali adanya Taman Perjuangan ini, semoga menjadi keindahan baru di wilayah Baros ini dan ini juga bisa menambah tujuan pariswisata," ujar Deanena.

Handika (23) berharap pemerintah untuk menjaga aset-aset yang dibangunnya tersebut dan warga di wilayahnya itu bisa ada sinergis antara warga dan pemerintah Lota Cimahi untuk menjaga aset ini.

"Harapannya pemerintah maupun warga bisa sama-sama menjaga lah dan saling merawat," ungkap Handika.

Tampak di Taman Perjuangan ada alutsista yang di dekatnya ada papan penjelasan bertuliskan "Panser FV601 Saladin. Negara pembuat Inggris. Senjata Utama : 1 x Meriam L5A1 Kaliber 76 mm. Dengan Kecepatan 72 Km per jam.


(Tribunjabar.id)

Taman Perjuangan Cimahi Walikota Cimahi TNI Konvoi Belanda


Related Post



Loading...