Advertisement

Selasa, 6 Agustus 2019 09:00 WIB

Hobi Minum Es Teh? Mulai Sekarang Kurangi karena Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Fahrul Maulana —Teras Health
Hobi Minum Es Teh? Mulai Sekarang Kurangi karena Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Terasjabar.id - Siapa yang tak kenal dengan minuman manis bernama es teh.

Es teh sudah menjadi salah satu minuman favaorit masyarakat kita.

Mulai dari warteg hingga restoran berbintang, semuanya pasti menyediakan menu minuman es teh.

Meski demikian, es teh bisa berubah menjadi minuman yang membahayakan bagi kesehatan jika diminum secara berlebih.

Sama halnya dengan kisah tentang seorang lelaki Arkansas yang minum es teh begitu banyak sehingga membuatnya menderita gagal ginjal.

Dikutip dari Reuters, Tiga dokter Arkansas, Amerika Serikat menggambarkan kasus itu dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine.

Pria berusia 56 tahun itu dilaporkan muncul di rumah sakit dengan kelemahan, kelelahan, dan nyeri tubuh, bersama dengan kreatinin tingkat tinggi, yang digunakan sebagai indikator fungsi ginjal.

Namun, dokter dibuat bingung karena pria itu tak memiliki sakit ginjal, maupun riwayat sakit ginjal di keluarganya.

Karena dokter kebingungan, pria itu pun mengaku minum 16 gelas es teh setiap hari.

Teh hitam diketahui kaya akan oksalat, merupakan senyawa kimia yang dapat berdampak negatif pada ginjal.

Karena pasien mengonsumsi tiga hingga 10 kali lebih banyak asupan oksalat lebih banyak dari normalnya, tidaklah mengejutkan jika ginjalnya langsung berhenti berfungsi dengan baik.

"Dalam kasus ini ada kristal oksalat di dalam ginjal, dan itu menghasilkan reaksi inflamasi," kata Umbar Ghaffar dari University of Arkansas for Medical Sciences kepada Reuters.

dr Gaffar menyebutkan makanan lain seperti stroberi dan bayam juga kaya akan oksalat, sehingga perlu dikontrol mengonsumsinya.

"Jika itu tidak terselesaikan, itu akan menyebabkan jaringan parut dan kehilangan jaringan ginjal."

"Jadi itulah yang mungkin terjadi pada pasien ini," tuturnya.

Sementara itu penyakit ginjal kronis kerap disebut sebagai the silent killer.

Sering kali penderita tidak merasakan gejala tertentu hingga penyakit sudah memasuki stadium lanjut dan fungsi ginjal telah menurun.

"Penyakit ini baru diketahui orang umumnya ketika sudah mencapai stadium tiga sampai empat."

"Pasien heran saat disuruh cuci darah karena tidak tahu sudah terkena penyakit ginjal sebelumnya," ujar Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Parlindungan Siregar, seperti dikutip Kompas.com,Jumat (13/3/2015).

Keterlambatan deteksi dan penanganan penyakit tersebut menyebabkan prevalensi kematian akibat ginjal kronis di beberapa negara cukup tinggi.

(Suara.com)





Related Post


 


Comment