Advertisement

Sabtu, 3 Agustus 2019 14:50 WIB

Berusia Lebih Seabad, Kakek Pabettai Semangat Pergi Berhaji

Alip Bagja Nur Ilahi —Hot News
Berusia Lebih Seabad, Kakek Pabettai Semangat Pergi Berhaji

Terasjabar.id - Langkah kakinya pelan dengan badan sedikit membungkuk, berjalan bersama rombongan jemaah calon haji kloter 49 asal Polman, yang hari ini, Sabtu (3/8) diberangkatkan ke Asrama Haji Sudiang Makassar. Ia tampak sangat antusias pergi berhaji, menyempurnakan ibadah di umurnya yang sudah lebih seabad.

Pabettai Pambe namanya, seorang kakek yang menyandang status sebagai jemaah calon haji tertua asal Polman. Umurnya 101 tahun. Ia bergabung bersama 446 jemaah calon haji lainnya dalam kloter 49 asal Polman. Ke Tanah Suci, kakek Pabettai didampingi sang anak, Patonangi.

Semangat kakek Pabettai patut ditiru. Di usianya yang sepuh, ia begitu bersemangah untuk pergi ke Tanah Suci. Raut wajahnya selalu penuh sumringah dan ikut berbaur dengan calon haji lainnya. Warga Kecamatan Polewali itu bahkan sangat yakin cukup kuat untuk berhaji, meski usianya yang sudah sangat tua.


Mengenakan baju batik dan kopiah hitam sambil membawa tas serta identitas diri, Kakek Pabettai terlihat bugar. Sesekali mulutnya tampak komat-kamit membaca salawat dan hafalan surah Al Quran.

"Alhamdulillah, saya sehat dan masih kuat," kata dia.

Patonangi yang setia mendamping kakek Pabettai, menyampaikan sejauh ini tidak ada keluhan berarti yang disampaikan sang ayah perihal kondisi fisiknya. Meski demikian, ia tetap waswas dan meminta doa agar dirinya dan ayahnya bisa menunaikan ibadah haji dengan mabrur dan selamat.

"Selama ini tidak ada keluhannya bapak. Paling bagian kakinya biasa sakit, namanya juga orang tua. Doakan ya semoga kami selamat kembali," kata Patonangi.

Kepala Kementerian Agama Polman, Muliadi, membenarkan jika kakek Pabettai merupakan jemaah haji tertua asal Polman. Hal ini sesuai dengan nomor porsi 3800032390 dan fotonya yang terpajang di kantor Kementerian Agama setempat.

"Iya, kalau di daftar itu ada sekitar 19 orang masuk dalam kategori lansia. Nah, beliau ini yang paling tua," katanya.

Selain Kakek Pabettai, beberapa jemaah yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) juga terlihat. Bahkan, ada di antaranya harus menggunakan bantuan kursi roda. "Semoga sehat kasihan ini orang tua saya," ucap Martini, salah seorang keluarga pengantar dari desa Makkombong, Kecamatan Matakali.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Polman, Haidar, menyampaikan mereka yang berangkat meski lansia pastinya harus dalam kondisi fit. Makanya telah dilakukan bimbingan kesehatan saat manasik kerjasama antara Puskesmas, laboratorium kesehatan dan rumah sakit. 

Mengenai jemaah yang menggunakan kursi roda, Dinkes Polman memang memfasilitasi jemaah dengan pelayanan kursi roda tersebut. "Diharapkan selama pemeriksaan kesehatan haji ini betul-betul mampu secara fisik dan mental. Insha allah kondisi kesehatan jemaah kita memenuhi syarat," katanya.

Setiba di asrama haji Sudiang, ia menyampaikan akan ada pemeriksaan terakhir. Hal itu untuk mengecek, apakah ada jemaah yang terdeteksi memiliki penyakit atau dalam kondisi hamil. Bila ada temuan, maka keberangkatannya bisa dibatalkan.

Mengenai kondisi jemaah yang usianya telah lanjut, maka panitia akan mengecek betul-betul kondisi kesehatan. "Karena kadang juga ada berkah. Tiba di Mekkah justru sehat," pungkasnya.

(SINDOnews.com)





Related Post



Comment