Advertisement

Sabtu, 3 Agustus 2019 10:14 WIB

Viral ! Polisi Gendong Wanita Korban Kecelakaan, Polisi Dipukul Istrinya yang Cemburu sampai Masuk Rumah Sakit, Kok Ngakak ya !

Malda —Hot News
Viral ! Polisi Gendong Wanita Korban Kecelakaan, Polisi Dipukul Istrinya yang Cemburu sampai Masuk Rumah Sakit, Kok Ngakak ya !

Terasjabar.id - Viral ! Polisi Gendong Wanita Korban Kecelakaan, Polisi Dipukul Istrinya yang Cemburu sampai Masuk Rumah Sakit, Kok Kocak ya !

Seorang polisi dipukul istrinya yang cemburu seusai melihat foto sang suami.

Dalam foto tersebut, sang suami tampak sedang menolong seorang wanita yang menjadi korban kecelakaan.

Foto tersebut kemudian tersebar dan menjadi viral.

Ternyata, sang istri polisi tersebut cemburu.

Alhasil, sang polisi dipukul istrinya hingga mengalami luka di kepala.

Profesi polisi memang akan berhubungan sangat dekat dengan masyarkat.

Apalagi, masyarakat yang mengalami insiden kecelakaan.

Seorang istri polisi tentu saja harus memahami dan mengerti salah satu tugas dan fungsi suaminya tersebut.

Tetapi tampaknya, hal itu sulit diterima bagi seorang istri polisi di Thailand ini, saat melihat foto sang suami beredar di media sosial.

Melansir dari The Reporter, sebuah foto viral di media sosial.

Dalam foto tersebut, seorang polisi dan masyarakat tengah mengevakuasi seorang wanita.

Wanita tersebut merupakan korban kecelakaan mobil.

Dalam insiden kecelakaan itu, mobil yang dikendarai korban dilaporkan jatuh ke dalam parit.

Warga sekitar yang mengetahui hal itu segera menghubungi polisi.

Setelah polisi dan bala bantuan lainnya datang, mereka pun membantu mengangkat korban.

Dalam foto yang terabadikan dan tersebar di media sosial itu, terlihat seorang polisi di Thailand menggendong seorang wanita yang menjadi korban kecelakaan itu.

Warganet yang melihat foto yang beredar itu tentu saja memuji tindakan cepat yang dilakukan polisi dan bala bantuan yang membantu korban.

S
Seorang polisi alami luka di kepala setelah foto membantu wanita korban kecelakaan, istrinya cemburu! (The Reporter)

Namun tampaknya, pujian itu berubah menjadi sebuah petaka dari sang istri polisi.

Ia malah merasa cemburu saat melihat foto suaminya, yang membantu korban dengan cara menggendong wanita tersebut.

Istri polisi itu merasa cemburu saat suaminya tampak memegang punggung korban dan melakukan tindakan mencederai sang suami.

Diketahui, polisi tersebut terluka di kepala dan dikirim ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan darurat.

Tindakan sang istri tentu saja menuai kritik dan komentar netizen yang menyayangkan sikap istri polisi tersebut.

Mereka pun berdoa agar polisi tersebut segera pulih dan agar dapat berhati-hati membantu para korban terutama perempuan.

Istri Polisi Pingsan Didatangi Debt Collector

Rombongan debt collector mendatangi rumah polisi untuk menyita furniture, yang menunggak cicilan.

Para debt collector tersebut datang sambil marah-marah.

Hal itu kemudian membuat istri polisi pingsan.

Peristiwa yang sempat membuat heobh tersebut kemudian berujung pada pelaporan polisi.

Seorang polisi melaporkan sesama polisi.

Bagaimana kejadiannya?

Peristiwa polisi laporkan polisi ke Polda Sumut.

Tak terima dibilang polisi sampah, seorang anggota polisi melaporkan rekannya ke polda.

Peristiwa tersebut bermula dari debt collector yang datang ke rumah Brigadir M Syamrego di Dusun Rambutan Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Kabupaten Deliserdang.

Syamrego yang tak mampu membayar cicilan sesuai jadwal didatangi para rombongan debt collector untuk menyita barang furnitur yang menunggak cicilan.

Setelah itu, kata Syamrego, datang Aiptu S Manurung.

Menurut Brigadir M Syamrego, Aiptu S Manurung kemudian menyebutnya sebagai polisi sampah. 

Hal itulah yang membuatnya tidak terima dan melaporkan rekan sesama polisi ke Polda Sumut.

Kronologi polisi laporkan polisi diawali debt collector

Kepala Seksi Umum (Kasium) Polsek Perbaungan, Aiptu S Manurung dilaporkan oleh Brigadir M Syamrego yang tak lain rekan seprofesinya sesama polisi ke Polda Sumut.

Hal tersebut dilakukan oleh personel Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sumut terkait ucapan S Manurung yang diduga mengatakan dirinya adalah polisi sampah.

Diceritakan warga Dusun Rambutan Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Kabupaten Deliserdang ini.

Kejadian itu bermula ketika ia belum bisa membayar cicilan sebuah perabotan yang diambilnya di salah satu toko di Lubuk Pakam.

Kemudian, pada Selasa (2/7/2019) malam kemarin, ada beberapa orang debt collector datang ke rumah dan ingin menarik paksa furniture yang diambilnya.

Di situ para debt collector lantas marah-marah kepada Syamrego dan Dewi Mayasari (38) istrinya.

Akan tetapi para debt colector tersebut tidak percaya dengan ucapan korban sehingga terjadi pertikaian mulut.

Istri polisi pingsan saat debt collector datang

"Saya hanya bilang kalau mau menarik itu ada waktunya jangan malam hari, malah saya dibentak-bentak di depan istri," ucap Syamrego.

Dewi yang berusaha melerai pertikaian tersebut malah menjadi korban keganasan para penagih utang itu.

Saat hendak melerai pertikaian itu, ibu Bhayangkari ini jatuh pingsan akibat ditolak oleh para debt collector.

"Akibat kejadian kemarin, istri saya pingsan hingga opname. Sehingga saya melaporkan kejadian itu ke Polsek Perbaungan," tuturnya.

Namun beberapa menit setelah kejadian, Aiptu S Manurung datang ke rumah korban.

Bukannya menengahi permasalahan, ia malah menyuruh para debt collector untuk membuat laporan ke kantor Polisi.

"Aturannya, dia (Aiptu S Manurung) memediasi kami, bukannya membekingi debt collector menuding saya bersalah.

Padahal saat itu kami sudah hendak berdamai," beber Syamrego.

Korban mengaku bahwa dirinya adalah anggota Polri bertugas di Yanma Polda Sumut.

Polisi sakit hati dibilang polisi sampah

"Siapa yang nggak sakit hati, saya anggota Polri disebut polisi sampah.

Seharusnya, dia berpikir bijak sebagai anggota Polri, bukan malah menghina institusinya sendiri," kesal Syamrego. 

Lanjut Syamrego, ia tidak mengetahui pasti kenapa rekan seprofesinya tersebut mengatakan seperti itu.

"Yang saya tahu, istri si Manurung itu pernah bekerja di Metro," katanya.

"Harapan saya, orang seperti ini harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku di institusi Polri.

Dia itu anggota Polri, tidak sepatutnya menghina korpsnya," pungkas Syamrego.

Syamrego melaporkan Aipti S Manurung dengan Laporan Polisi Nomr: LP 68/VII/2019/Yanma.


(Tribunlampung.co.id)



Polisi Gendong Wanita Kecelakaan Rumah Sakit Cemburu



Related Post



Comment