Advertisement

Jumat, 2 Agustus 2019 09:21 WIB

4 Kisah Bayi-Bayi Istimewa yang Selamat dari Kecelakaan Maut

Irman Aryagung —Hot News
4 Kisah Bayi-Bayi Istimewa yang Selamat dari Kecelakaan Maut

Terasjabar.id - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Imam Bonjol, Karawaci, Kota Tangerang, Kamis 1 Agustus 2019. Truk bermuatan tanah menimpa mobil yang berisi lima penumpang, yang terdiri dari empat dewasa dan satu bayi.

Empat orang meninggal dalam kejadian tersebut. Sementara bayi A, selamat dalam dekapan sang ibundanya, yang kemudian dievakuasi warga.

Kasus bayi atau balita yang selamat dari kecelakaan maut kerap terjadi. Bahkan terkadang tanpa luka sedikit. Bayi-bayi ajaib itu selamat padahal orang di sekelilingnya atau bahkan orangtuanya menjadi korban tewas dalam sebuah kecelakaan maut.

Percaya atau tidak hal itu sering terjadi. Bayi yang disebut-sebut masih suci selalu selamat dalam kecelakaan besar yang menimpanya. Berikut beberapa peristiwa kecelakaan maut di mana bayi atau balita bisa bertahan dan selamat:

1. Kijang Ringsek, Balita Selamat Tanpa Luka

Ilustrasi Foto kelahiran Bayi (iStockphoto)

Faiz Abdillah Romadon, balita berusia 5 tahun ditemukan selamat tanpa luka sedikit pun meski mobil Kijang nopol B 1131 KMB, yang ditumpangi 8 anggota keluarganya ringsek dihantam KA Argo Bromo Anggrek, di palang pintu Desa Brambang, Kelurahan Brambang Kecamatan Karangawen, Demak Jawa Tengah, Rabu 8 Oktober 2014 sekitar pukul 11.30 WIB siang.

Informasi dari petugas Polsek Karangawen, Faiz merupakan putra pasangan suami istri (Pasutri) Esti Wahyuntari dan S Sutarto. Sutarto, ditemukan tewas di lokasi kejadian sedangkan Esti, ibu bocah tersebut selamat dan menderita luka-luka.

"Bocah berusia 5 tahun itu istimewa karena dia selamat tanpa luka," kata Kapolsek Karangawen, AKP Budi Harsono, usai kejadian.

Belakangan diketahui, setelah menabrak mobil nahas itu, KA Argo Bromo Anggrek bernomor lokomotif CC 206 jurusan Surabaya-Jakarta sempat berhenti 500 meter dari lokasi kejadian. Seorang masinis A Cahyono (29) dan asisten masinis Ainur Seli Ainur Rofiq kemudian dimintai keterangan petugas.

Roni, seorang warga, mengaku sempat mengevakuasi salah seorang korban yakni nenek-nenek yang terjepit lehernya di pintu belakang mobil. "Tapi dia selamat, meski wajahnya sempat tersiram bensin dari dalam mobil," tambahnya.

Bus Terjun ke Jurang dan Terbakar, Bayi 9 Bulan Selamat

Bus Zahra, jurusan Bone-Palu kecelakaan di Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur Kamis 6 Maret 2014 lalu. Bus itu melaju menuju Palu, Sulawesi Tengah, namun saat di tanjakan, bus tersebut tiba-tiba mundur dan langsung terjatuh ke jurang. Saat terjatuh ke jurang mobil tersebut langsung terbakar.

Akibat kecelakaan tersebut 8 penumpangnya tewas terpanggang dan puluhan lainnya luka-luka. Namun di antara korban selamat, terdapat seorang bayi berumur sembilan bulan.

Bayi tersebut terlempar, sehingga selamat dari kebakaran. Sedangkan sang ibu, bernama Masna, ikut tewas terpanggang dalam bus tersebut. Sementara sang ayah, Syarifuddin menderita patah tulang di kakinya dan kini dirawat di Rumah Sakit Ilagaligo Luwu Timur.

Usai kecelakaan, bayi sembilan bulan itu ditampung di rumah warga Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana bersama 15 korban selamat lainnya. Para korban selama ini memang belum diizinkan kembali ke rumahnya karena masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

2. Speedboat Terbalik, Balita Kembar Selamat

Ilustrasi vernix pada kulit bayi. (Foto: iStockphoto)

Balita kembar Najmi (3) dan Rahmat Syarif (3) selamat dari peristiwa terbaliknya speedboat yang mereka tumpangi bersama saudara dan orangtuanya di perairan Sungai Kubung Sei Berombang, Desa Sei Penggantungan, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu 30 Juli 2014.

Sementara itu, delapan saudaranya dipastikan meninggal, sedangkan ayah serta ibunya selamat dari peristiwa setelah boat yang ditumpanginya menabrak tangkul di perairan yang dekat dengan laut lepas itu.

Informasi yang diperoleh, Najmi dan Rahmad Syarif hasil pernikahan dari Koling (40) dan Nursiah (38) warga Lingkungan IV, Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir itu selamat setelah ditolong ibunya.

"Bayi kembar itu ditolong ibunya, ada yang bilang diletakkan di atas boat yang sudah telungkup, ada juga mengatakan bertahan karena memeluk tiang tangkul, ada juga bilang dia memeluk benda yang terapung," ujar Taufik.

Dia menjelaskan, Koling merupakan pengemudi boat bermotor yang terbalik. "Saat ini dia syok, karena delapan anaknya dipastikan meninggal. Kita turut berduka cita untuk itu," sebutnya lagi.

3. Truk Hajar Motor, Bayi 13 Bulan Selamat

Ilustrasi Bayi (iStockphoto)

Seorang balita selamat dalam kecelakaan maut antara truk menabrak sepeda motor di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin 30 Juni 2014 lalu. Sementara ayah balita yang merupakan pengemudi sepeda motor, tewas di lokasi kejadian.

Rachel Aldiano terlempar dari gendongan ayahnya, Ahmad Zumardi (33) saat sepeda motor yang mereka naiki ditabrak dari belakang oleh truk yang melaju dengan kecepatan tinggi menuju Kota Padang. Bayi 13 bulan itu terjerembab ke pinggir jalan yang menyebabkan keningnya memar.

Lain halnya dengan sang ayah yang masuk dalam kolong truk dan terseret sejauh 50 meter bersama sepeda motornya. Ayah Rachel, Zumhari meninggal di lokasi kejadian.

Istri korban, ibu Rachel, histeris setibanya di lokasi kejadian. Dia tak menyangka, suami dan anaknya yang baru saja keluar rumah mengalami kejadian tragis tersebut. Lokasi kejadian dan rumah korban tidak terpaut jauh.

4. Truk Tanah Timpa Mobil, Bayi 11 Bulan Selamat

Peristiwa teranyar terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang, Kamis 1 Agustus 2019. Sebuah truk yang bermuatan tanah menimpa mobil yang berisikan empat penumpang dewasa dan satu orang bayi.

Kecelakaan maut itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Tiga di antaranya adalah satu keluarga dan 1 orang merupakan pengemudi taksi online.

Mereka adalah Edi sebagai sopir Grab, Ifat, Nandan dan Wandi penumpangnya. Namun rupanya, ada seorang bayi berusia 11 bulan yang selamat.

"Ada seorang bayi selamat," kata salah seorang warga bernama Ade, Kamis (1/8/2019).

Bayi berusia 11 bulan itu berhasil dievakuasi sekira pukul 05.00 WIB sesaat setelah kecelakaan terjadi. Bayi berinisial A itu langsung dibawa ke Klinik Bersalin Rany yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Sementara 4 orang lainnya baru bisa dievakuasi sekira pukul 09.30 WIB. "Bayinya sehat," kata Ade yang juga merupakan keponakan dari korban.

Empat orang yang meninggal dunia dibawa ke RSUD Kota Tangerang dengan menggunakan ambulans milik PMI.

 

 

 

(linetoday.com)





Related Post



Comment