Advertisement

JK soal Kasus Novel: Cari Teroris Saja Bisa, Apalagi Ini

Widia Sulistya 19 7 19 Pendidikan
    JK soal Kasus Novel: Cari Teroris Saja Bisa, Apalagi Ini

Terasjabar.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan kerja kepolisian dalam mengusut kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan seharusnya tak sulit dilakukan. JK menyebut mestinya polisi hanya perlu menangkap pelaku. 

Berkaca dari penangkapan teroris selama ini, kata JK, polisi mestinya mampu menangkap pelaku penyiraman pada Novel. 

"Ya ini kan sekarang tinggal cari orangnya. Polisi ahli di situ, cari teroris saja yang bersembunyi bisa, apalagi di sini ada bukti-bukti awal," ujar JK saat ditemui di Akademi Bela Negara Partai NasDem, Jakarta, Jumat (19/7). 


Terlebih, lanjut JK, polisi telah mengetahui motif dan latar belakang pelaku penyiraman. Ia meyakini polisi dapat merampungkan kasus itu dalam waktu tiga bulan ke depan sesuai target Presiden Joko Widodo. 

"Ya ini kan sudah dalam tahap indikasi ketahuan background-nya, sekarang tinggal cari orangnya. Kan sebenarnya simpel tinggal cari orang. Tentu polisi punya kemampuan mengungkap," katanya. 

Pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel sebelumnya gagal diungkap. Tim Gabungan Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian hanya menyampaikan rekomendasi dan motif tanpa menyebutkan siapa pelaku penyiraman air keras pada konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (17/7). 

Salah satu rekomendasi itu adalah menyelidiki lebih lanjut tiga orang tak dikenal yang diduga kuat terlibat kasus tersebut. Kapolri pun diminta membentuk tim teknis di lapangan untuk mendalami tiga orang ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hasil kerja TPF akan ditindaklanjuti oleh tim teknis Polri. Jokowi memberikan batas waktu tiga bulan untuk tim teknis mengungkap pelaku penyerangan.

Jokowi menyatakan penyiraman air keras ke Novel bukan kasus yang mudah. Menurutnya, jika kasus yang menimpa salah satu penyidik senior KPK itu mudah, maka dalam waktu satu sampai dua hari pelaku sudah bisa diungkap.

"Ya, ini bukan kasus mudah. Kalau kasus mudah sehari-dua hari ketemu," ujarnya.

(cnnindonesia.com)

Related Post

Comment