Advertisement

3 Pejabat Pemkab Bandung Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi BBM

Dea 19 7 19 Teras KBB
3 Pejabat Pemkab Bandung Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi BBM

Terasjabar.id - PENYIDIK Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Jumat (19/7/2019), menetapkan tiga pejabat Pemkab Bandung jadi tersangka kasus dugaan menggelembungkan penggunaan anggaran belanja bahan bakar minyak (BBM) dan perawatan kendaraan saat mereka masih bertugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Kabupaten Bandung Barat tahun anggaran 2016.

Akibat perbuatan ketiga tersangka berinisial AA, AD dan AB, negara dirugikan sebesar Rp 1.748.950.150.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Deddy Rasyid mengatakan, perkara yang disangkakan kepada tiga tersangka itu yakni tindak pidana korupsi penyimpangan anggaran BBM dan perawatan kendaraan di UPT Kebersihan Kabupaten Bandung Barat tahun anggaran 2016.

"Hari ini kita telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersangka sekaligus melakukan penahanan,' katanya sambil menambahkan dalam kasus ini, para tersangka memiliki peran berbeda.

Kasus ini lanjut Deddy, dilakukan saat AA menjabat Kepala UPT Kebersihan, sedangkan tersangka AD sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Kebersihan, dan tersangka AB sebagai bendahara pengeluaran pembantu UPT Kebersihan.

"Para tersangka dianggap telah membuat SPJ berdasarkan bukti-bukti pembelian yang dipalsukan pada tahun anggaran 2016," ungkapnya.

Dikatakannya, pada tahun anggaran 2016 itu total anggaran BBM yang dialokasikan sebesar Rp 4.383.775.000 dan untuk alokasi anggaran perawatan kendaraan bermotor sebesar Rp 1.483.270.000. "Para tersangka ini, telah mencairkan keseluruhan anggaran tersebut. Namun pada kenyataannya, sebagian alokasi anggaran digunakan untuk kepentingan pribadi para tersangka yang tidak sesuai dengan peruntukannya," tuturnya.

Deddy mengatakan, tersangka AA juga berperan sebagai kuasa pengguna anggaran, sedangkan AD berperan juga sebagai PPTK dan tersangka AB sebagai bendahara pengeluaran pembantu UPT Kebersihan. Para tersangka diancam dengan pasal 2, pasal 3, dan pasal 9 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebelum digiring ke mobil tahanan menuju Lapas Sukamiskin sebagai tahanan titipan Kejari Kabupaten Bandung, para tersangka ini menjalani sejumlah pemeriksaan.

Para tersangka telah hadir di Kejari Kabupaten Bandung sejak sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah pemeriksaan, mereka langsung digelandang ke mobil tahanan menuju lapas.
Kuasa hukum para tersangka yang turut mendampingi ketiga tersangka ini, tidak memberikan komentar apa pun terkait penahanan yang dilakukan pihak penyidik Kejari Kabupaten Bandung ini.

(galamedianews.com)

Related Post

Comment