Advertisement

Jawa Barat Jadi Kandidat Tuan Rumah Muktamar NU

Jawa Barat Jadi Kandidat Tuan Rumah Muktamar NU
Editor: Dea Hot News —Jumat, 19 Juli 2019 16:57 WIB

Terasjabar.id - Jawa Barat termasuk salah satu calon tuan rumah Muktamar ke-34 Nahdatul Ulama (NU) pada 2020. Penentuan tempat muktamar ini akan diputuskan pada acara pertemuan pra-muktamar yang akan berlangsung di Purwakarta pada September mendatang.

Hal ini dikemukakan juru bicara Panitia Lokal Pra Muktamar Nahdatul Ulama K.H. Maman Imanulhaq setelah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil di Gedung Pakuan Bandung, Kamis, 18 Juli 2019. Turut mendampingi Maman, K.H. Abun Bunyamin, pengasuh Pondok Pesantren AlMuhajirin Purwakarta.

Maman mengatakan, selain Jawa Barat, ada tiga daerah lain yang akan jadi saingan yaitu Kalimantan Selatan, Lampung, dan Bali. Jawa Barat pernah menjadi tuan rumah Muktamar ke-29 organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia ini pada 1996, bertempat di Ponpes Cipasung Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Muktamar terakhir pada Agustus 2015 di Jombang Jawa Timur yang memilih kembali K.H. Agil Siradj sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU.

“Kepastian tempatnya akan ditentukan pada pra-muktamar di Ponpes AlMuhajirin Purwakarta,” kata Maman. Beberapa tempat di Jabar yang jadi wacana antara lain Sukabumi, Bandung, Cirebon dan Tasikmalaya. 

Memperlihatkan keunggulan

Kepada gubernur, pengasuh Ponpes AlMuhajirin Dr. K.H. Abun Bunyamin M.A. berharap agar Jabar terpilih kembali sebagai tuan rumah. Jika terpilih, maka hal itu merupakan kesempatan untuk memperlihatkan keunggulan Jabar dalam berbagai hal.

Pertemuan pra muktamar sendiri akan berlangsung pada 20 September. Peserta resmi yang akan hadir adalah para pimpinan pengurus wilayah dan cabang se-Indonesia dengan jumlah 1.000 orang.

“Kalau dengan peserta tidak resmi, jumlahnya bisa mencapai 6.000 orang,” ujar Maman.

Selain akan membahas calon tuan rumah muktamar, pertemuan pra muktamar juga akan menggelar  bazar. Acara bazar ini akan menampilkan produk-produk pesantren se-Indonesia sebagai bentuk pemberdayaan pesantren.

“Ini sesuai dengan program pak Gubernur tentang one pesantren one product (OPOP),” kata Maman.

Selain bazar, pramuktamar juga akan menyelenggaran seminar bertemakan pemberdayaan pesantren berbasis 4.0, seminar genealogi pesantren NU di Jabar, dakwah digital, dan seminar pertanahan.

Seminar genealogi penting untuk mengkaji hubungan pesantren di Jabar. Misalnya kakek Ridwan Kamil, K.H. Muhyidin yang dikenal dengan nama Mama Pagelaran membuka pesantren di Cimalaka Sumedang. Ketika Mama Pagelaran pindah ke Subang, pesantren Cimalaka itu dikelola kakek Maman yaitu Mama Mualim Faqih. 

"Seminar genealogi ini akan memetakan kembali hubungan-hubungan pesantren di Jabar, " katanya. 

Santri milenial

Ridwan Kamil mengusulkan agar santri-santri milenial bisa mengikuti perkembangan zaman. Pemberdayaan ekonomi berbasis 4.0 dan dakwah digital agar bisa menyentuh juga masyarakat luar pesantren. Sementara seminar penggunaan tanah akan memberikan masukan kepada negara mengenai masalah hukum tanah maupun hukum agama.

"Tujuannya untuk membantu menyelesaikan persengketaan tanah karena batas-batas yang tidak jelas. Juga agar masyarakat bisa memiliki panduan tentang mengelola tanah," ucapnya.

(pikiran-rakyat.com)

Jawa Barat Kandidat Tuan Rumah Muktamar NU


Related Post



Loading...