Advertisement

Polisi Tak Temukan Luka Gigitan Hewan di Jasad Thoriq

Polisi Tak Temukan Luka Gigitan Hewan di Jasad Thoriq
Editor: Dea Hot News —Sabtu, 6 Juli 2019 16:33 WIB

Terasjabar.id -  Proses evakuasi jenazah Thoriq Rizky Maulidan (14), pendaki yang tewas di Gunung Piramid, Jember, Jawa Timur, hingga saat ini masih berlangsung. Tim SAR Gabungan masih mencoba mengevakuasi jenazah Thoriq, yang sudah mulai membusuk, dari lokasi penemuannya di bagian selatan Gunung Piramid.


Wakapolres Bondowoso Komisaris Polisi David Subayo yang turut hadir di lokasi evakuasi menuturkan pihaknya masih berupaya menyelidiki penyebab tewasnya Thoriq.

"Tim melaporkan saat ditemukan tidak terdapat luka penganiayaan atau gigitan hewan buas. Cuma akan kami analisa lagi kalau sudah dievakuasi jasadnya," jelas David saat menyerahkan logistik makanan dan minuman untuk tim evakuasi, Sabtu (6/7).

Diperkirakan, Thoriq meninggal akibat terpeleset dari tebing hingga terjatuh dan tubuhnya menyangkut di pohon.


Peta lokasi konservasi dan Bukit Piramid Foto: Dok. BKSDA Jawa Timur

Lokasi penemuan jasad Thoriq persis di samping tebing curam dengan kemiringan yang diperkirakan 70 derajat. Lokasi tersebut memiliki kontur terjal dengan berbatuan, ditambah dengan akses jalan yang sangat sempit.


David mengakui proses pencarian korban yang memakan waktu sampai 12 hari itu terhambat karena medan yang curam, dan lokasinya jarang didatangi pendaki.

"Saat ini kami menunggu tim yang membawa jenazah dari atas gunung kebawah. Mereka kami kirim logistik 200 nasi bungkus dan 200 air kemasan," kata David.

Mengenai opsi jasad Thoriq diautopsi atau langsung disemayamkan, David masih menunggu keputusan dari pihak keluarga.

Keluarga Thoriq Masih Syok


Tim SAR bersiap mulai proses evakuasi jenazah Thoriq yang berada di lereng Bukit Piramid. Foto: kumparan

Pihak keluarga Thoriq masih merasakan kesedihan yang mendalam. Keluarga masih menutup diri setiap ada warga yang datang untuk menyampaikan duka cita ke rumah yang terletak di Villa Kembang, Kelurahan Sukowiryo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bondowoso. Kecuali keluarga terdekatnya.


Menurut seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya, keluarga Thoriq masih mengalami syok karena kehilangan pelajar yang baru lulus dari SMP 4 Negeri Bondowoso itu. Maka dari itu, keluarga korban tidak diikutsertakan dalam proses evakuasi korban hari ini, Sabtu (6/7), yang saat ini masih berlangsung.

Ayah Thoriq, Arif Subagio, hanya terdiam dengan pandangan kosong. Kondisi itu sudah terjadi sejak pencarian Thoriq dihentikan.


Thoriq dinyatakan hilang dan terpisah dari temannya akibat cuaca berkabut di Gunung Piramid pada 23 Juni 2019 lalu. Pencarian dilakukan selama 7 hari oleh tim gabungan. Pencarian korban lalu dihentikan pada 30 Juni 2019 secara resmi.


Namun, pencarian kembali dilanjutkan oleh Tim Wanadri bersama tim SAR Gabungan yang masih ingin melakukan pencarian. Mereka juga telah meminta izin kepada pihak keluarga untuk kembali melakukan pencarian.

Hingga pada Jumat (5/7) sekitar pukul 15.30, tim gabungan menemukan jenazah Thoriq Rizki Maulidan dalam kondisi tak bernyawa. Ia diperkirakan sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Sebab, kondisi jasadnya sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.




(kumparan.com)

Polisi Tak Temukan Luka Gigitan Hewan Jasad Thoriq


Related Post



Loading...