Advertisement

Apa Yang Terjadi Jika Manusia Lenyap dari Bumi?

 Apa Yang Terjadi Jika Manusia Lenyap dari Bumi?
Editor: Fahrul Maulana Opini Anda —Kamis, 4 Juli 2019 17:42 WIB

Terasjabar.id - Kita, manusia, baru muncul di bumi 200.000 tahun lalu. Ya, ‘baru’ muncul. Bandingkan saja dengan umur bumi, apalagi alam semesta. Jika umur bumi diumpamakan satu kali 24 jam, manusia mungkin baru muncul sekitar… kurang 4 detik sebelum hari berganti. Masih sangat muda, bukan?

Sejak memulai peradabannya 200.000 tahun lalu, hmmm.. Apa saja yang telah diperbuat oleh manusia?
Sejak memulai peradabannya 200.000 tahun lalu, hmmm.. Apa saja yang telah diperbuat oleh manusia?

Meski demikian, manusia telah berhasil menaklukkan bumi dalam waktu relatif yang singkat. Dari asalnya di Afrika, manusia telah menyebar ke seluruh penjuru bumi, menemukan aneka teknologi, membangun gedung-gedung tinggi, dan melahirkan peradaban-peradaban.

Mau dari peradaban kuno sampe ngebangun gedung-gedung tinggi.. Canggih juga ya!
Mau dari peradaban kuno sampe ngebangun gedung-gedung tinggi.. Canggih juga ya!
Manusia banyak banget bikin perubahan, mulai zaman kuno sampai jadi trendi...
Manusia banyak banget bikin perubahan, mulai zaman kuno sampai jadi trendi…

Sekarang… apa jadinya jika suatu hari, seluruh populasi manusia yang hidup di bumi tiba-tiba… lenyap? Apa yang akan terjadi pada alam dan peradaban yang mendadak kita tinggalkan?

Hmmm.. apa jadinya seluruh manusia pergi sekejap dari bumi?
Hmmm.. apa jadinya seluruh manusia pergi sekejap dari bumi?

Jika manusia lenyap….

Pertama-tama, ayo kita lihat efeknya dalam lingkup kecil, misalnya pada bangunan dan infrastruktur yang ada di sekitar kita. Faktnya, bangunan zaman sekarang sesungguhnya jauh lebih rapuh dibandingkan bangunan zaman dulu, yang rata-rata dibangun dengan bebatuan utuh, seperti Piramida yang ada di Mesir, ataupun Tembok Besar China.

Ngga peduli dibangunnya dari kapan, bangunan dari zaman dulu sungguhlah kokoh. Keren kan?
Ngga peduli dibangunnya dari kapan, bangunan dari zaman dulu sungguhlah kokoh. Keren kan?

Dalam waktu beberapa bulan, rumah kita misalnya, mungkin masih tampak sama. Namun, perlahan-perlahan semuanya menjadi gelap, sebab sumber listriknya tidak ada yang menjaganya, atau singkatnya padam.

Sudahlah tambah gelap, lama-lama rumah kita pun rapuh pula
Sudahlah tambah gelap, lama-lama rumah kita pun rapuh pula

Kemudian, tanpa penggunaan dan perawatan yang rutin, rumah kita akan mulai hancur—bukan karena bencana alam, monster jahat, atau… jangan-jangan, serangan alien dari luar angkasa—tapi justru karena unsur paling penting bagi kehidupan di bumi, yaitu air.

Apa karena bencana alam, monster atau bahkan alien, yang bikin manusia hilang?
Apa karena bencana alam, monster atau bahkan alien, yang bikin manusia hilang?
Daripada tanah, nyata bumi kita sama seperti tubuh manusia yang banyak airnya..
Daripada tanah, nyata bumi kita sama seperti tubuh manusia yang banyak airnya..

Faktanya, 71% permukaan bumi kita diliputi oleh air. Dalam wujud gas, air membuat udara menjadi lembap. Karena udara yang lembap, pelan-pelan kayu akan lapuk, besi menjadi berkarat, kemudian tembok mulai dihinggapi aneka organisme perintis, seperti jamur dan lumut. Aneka tumbuhan liar juga akan menumbuhi retakan-retakan, hingga suatu hari, akar-akar mereka akhirnya meruntuhkan struktur bangunan.

Wah, kalau airnya kebanyakan gini, lama-lama tenggelam dong seluruh kota!
Wah, kalau airnya kebanyakan gini, lama-lama tenggelam dong seluruh kota!

Dalam bentuk cair, air hujan biasanya dialirkan melalui kanal dan selokan supaya tidak membanjiri kota. Namun tanpa perawatan manusia, saluran air lama-lama akan berhenti berfungsi. Padahal, kebanyakan kota zaman sekarang tidak punya cukup pohon sebagai penyerap air.

Bukan berarti hal itu pun buruk, nyatanya bakal banyak tanaman sama hewan-hewan. Wow!
Bukan berarti hal itu pun buruk, nyatanya bakal banyak tanaman sama hewan-hewan. Wow!

Dalam beberapa tahun, kota-kota akan digenangi air yang akan jadi sumber kehidupan banyak tanaman dan hewan di kemudian hari. Tak hanya itu saja, satelit-satelit yang berada di luar angkasa pun akan terjatuh ke bumi lagi, layaknya bintang jatuh. Intinya, gedung-gedung dan infrastruktur lain yang dibangun oleh manusia lama-lama akan menghilang, karena tidak ada yang merawatnya.

Kembali seperti semula

Dimanakah manusia bersembunyi? Hewan pun terlihat bingung
Dimanakah manusia bersembunyi? Hewan pun terlihat bingung

Dalam 500 tahun, tempat-tempat yang kita kenal sekarang akan kembali seperti kondisi semula sebelum dibangun oleh manusia. Yang mana banyak hewan kembali ke habitatnya, atau me-repopulasi agar seimbang. Benarkah begitu?

Tapi, ngga bercanda kok, buktinya peradaban manusia pernah hilang di Chernobyl..
Tapi, ngga bercanda kok, buktinya peradaban manusia pernah hilang di Chernobyl..

Ya, para peneliti tidak sekadar berasumsi. Bukti nyatanya bisa kita lihat hari ini di Distrik Chernobyl, yang mendadak ditinggalkan seluruh penduduknya akibat bencana radiasi nuklir. Hanya dalam waktu 20 tahun, 70% wilayah Distrik Chernobyl telah berubah menjadi hutan yang dihuni satwa-satwa liar setempat. Lalu, apa lagi yang terjadi?

Banyak hewan-hewan lucu sama tanaman-tanaman yang sekarang udah bebas!
Banyak hewan-hewan lucu sama tanaman-tanaman yang sekarang udah bebas!

Sejak Revolusi Industri sampai sekarang, kita telah menggunakan bahan bakar fosil secara besar-besaran. Dari bahan yang sama, kita juga menciptakan plastik. Namun tanpa disadari, kita telah merusak siklus karbon yang telah bertahan jutaan tahun, dengan meningkatkan kadar karbon di atmosfer. Hal ini mengakibatkan efek rumah kaca dan naiknya suhu bumi.

Sejak revolusi, semuanya yang ada di dunia pun berubah
Sejak revolusi, semuanya yang ada di dunia pun berubah

Namun saat manusia lenyap, tidak akan ada lagi yang menggunakan bahan bakar fosil. Dalam waktu tiga bulan, polusi udara akan mulai menghilang.

Ngga akan ada lagi orang masak-masak, atau ngantre ngisi bensin sampai kehabisan
Ngga akan ada lagi orang masak-masak, atau ngantre ngisi bensin sampai kehabisan

Dalam satu tahun, karbon di udara pelan-pelan akan kembali seimbang karena proses fotosintesis tumbuhan. Setelah 200 tahun, lautan dan tumbuh-tumbuhan akan menghilangkan kelebihan karbon di udara secara menyeluruh.

Semuanya dikembalikan seperti semula, terima kasih pada tumbuhan...
Semuanya dikembalikan seperti semula, terima kasih pada tumbuhan…
Karbon-karbon yang terlalu berlebihan karena manusia, lautan dan tumbuhan mengembalikannya menjadi normal..
Karbon-karbon yang terlalu berlebihan karena manusia, lautan dan tumbuhan mengembalikannya menjadi normal..

Setidaknya, manusia butuh 200.000 tahun untuk membangun peradaban seperti sekarang. Namun saat manusia lenyap, bumi hanya membutuhkan waktu kurang dari 30.000 tahun untuk menyingkirkan nyaris seluruh sisa peradaban kita. Mungkin kecuali plastik, yang masih akan meracuni bumi hingga sekitar 100.000 tahun lagi.

Cukup lama bagi bumi, untuk membersihkan seluruh peradaban manusia
Cukup lama bagi bumi, untuk membersihkan seluruh peradaban manusia

Jadi, kalau begitu, apa yang akan terjadi jika manusia tetap berada di bumi? Apakah bumi tetap lestari atau justru akan hancur?

Kita, sebagai manusia, sudah semestinya menjaga bumi agar tetap lestari seperti sebelum adanya manusia di bumi

Kita, sebagai manusia, sudah semestinya menjaga bumi agar tetap lestari seperti sebelum adanya manusia di bumi

(linetoday)

Manusia Lenyap dari Bumi


Related Post


 


Loading...