Advertisement

Selasa, 2 Juli 2019 14:00 WIB

Kemenhub Sebut INKA Bakal Produksi Bus O-Bahn

Fahrul Maulana —Teras Bisnis
Kemenhub Sebut INKA Bakal Produksi Bus O-Bahn

Terasjabar - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan PT Industri Kereta Api atau INKA (Persero) siap untuk memproduksi sarana transportasi massal bus berjalur, O-Bahn.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan O-Bahn tak jauh ubahnya dengan bus pada umumnya, hanya berbeda pada teknologi roda.

"Kemarin saya ngobrol dengan Direktur Utama INKA, INKA bisa katanya (produksi O-Bahn). Kalau bus sudah bisa, itu bus karoseri. Tinggal mungkin teknologi di ban itu saja," katanya, Senin (1/7).

Sebagai tindak lanjut, ia mengatakan Kemenhub akan melakukan studi banding ke negara yang terlebih dulu telah menerapkan teknologi transportasi massa itu. Studi bertujuan untuk mengkaji O-Bahn dari sisi teknologi, implementasi, hingga investasinya.

"Saya usulkan ke Australia saja yang dekat," imbuhnya.

Rencananya, O-Bahn tidak diberlakukan di Jakarta lantaran ibu kota telah memiliki berbagai fasilitas transportasi massa seperti Light Rail Transit (LRT), Moda Raya Terpadu (MRT), dan Kereta Rel Listrik (KRL). O-Bahn, lanjutnya, bakal diimplementasikan di kota-kota yang memiliki demografi cenderung landai. O-Bahn ditargetkan bisa menghubungkan daerah pinggiran kota ke pusat kota.

"Mungkin yang cocok, seperti di Medan, Makassar, dan Yogyakarta," paparnya.

Lebih lanjut, konspe O-Bahn nantinya lebih cenderung kepada Bus Rapid Transit (BRT) ketimbang LRT. Alasannya, O-Bahn akan melewati baik jalanan umum dan maupun jalur khusus.

"Tadi saya juga diskusi lagi dengan Pak Menteri (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi), kalau nampaknya memang ini lebih ke BRT, karena suatu saat akan ada di jalan umum dan suatu saat di jalan elevated (layang)," ujarnya.


Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri mengatakan kecepatan tempuh O-bahn bisa melebihi BRT yakni di atas 80 km/jam pada jalur khusus. Sedangkan kecepatan BRT rata-rata 60 km/jam. Namun, dari investasi lebih tinggi dibandingkan BRT sebesar 20 persen.

O-Bahn pertama kali beroperasi di Essen, Jerman. Kemudian diadaptasi oleh pemerintah Australia dan Inggris.

(cnnindonesia.com)

Kemenhub INKA Bus O-Bahn



Related Post



Comment