Advertisement

Ini Cara Keji Majikan yang Siram Pembantu dengan Air Panas di Gianyar Bali

Dea 16 5 19 Hot News
Ini Cara Keji Majikan yang Siram Pembantu dengan Air Panas di Gianyar Bali

Terasjabar.id - Eka Febriyanti (21) pembantu rumah tangga yang menjadi korban kekerasan majikan di Gianyar, Bali, menjalani pemeriksaan medis dan visum di Rumah Sakit (RS) Bhayangkari Polda Bali, Kamis (16/5/2019). Dia turut didampingi kuasa hukumnya Supriyono.

Dalam kasus ini, Supriyono mengungkapkan betapa keji perbuatan majikan tersebut kepada korban. Dia menilai, cara yang dilakukan mereka mereka dalam menyiksa korban sungguh tak terbayangkan.

“Jadi bukan disiram satu kali ya. Tetapi air mendidih yang ada dalam panci diambil dengan menggunakan gelas berukuran besar, lalu disirami ke tubuh korban. Hal itu dilakukan berulang kali hingga air di dua panci habis. Ini kan sungguh keji dan tak terbayangkan sakit yang dirasakan korban,” kata Supriyono, Kamis (16/5/2019).

Dia mengatakan, bukan hanya majikan korban yang melakukan tindakan tersebut. Namun anak tiri majikan berinisial SYA dan satpam rumah KED juga ikut menyiram korban secara bergantian.

“Kenapa ini keji? karena tubuh korban sampai gemetaran menahan sakit disiram air panas dan mereka tak berhenti,” katanya.

Bahkan, setelah dianiaya sedemikian rupa, korban juga masih harus disuruh mencari gunting seharga Rp88.000 yang hilang. Dia diancam, jika tidak menemukannya, akan disiram kembali dengan air mendidih.

“Malam itu korban yang menahan sakit masih mencari gunting yang hilang di gudang hingga pukul dua dini hari. Pagi harinya dia melarikan diri pukul sembilan karena takut kembali disiram ulang dengan air panas,” ucapnya.

Hingga saat ini pemeriksaan medis dan visum masih menunggu hasil. Namun beberapa bagian tubuh yang terkena luka bakar akibat penyiraman air panas meliputi punggung, tangan dan paha korban.

Diketahui, Eka Febriyanti (21) harus menerima siraman air panas berkali-kali dari majikannya hanya lantaran hilangnya sebuah gunting. Dia kemudian melarikan diri dan bersembunyi di sebuah warung. Pemilik warung yang iba memberinya uang dan kue.

Eka kemudian pergi ke rumah kenalannya dan dibawa ke Puskesmas. Saat itu perawat menyarankan agar dia membawa persoalan penganiayaan ini ke ranah hukum dengan melaporkannya.



(inews.id)

Related Post

Comment