Advertisement

NASA Perkirakan Bulan Alami Penyusutan

Nada 15 5 19 Teras Techno
NASA Perkirakan Bulan Alami Penyusutan

Terasjabar.id-  NASA menyebut kalau Bulan kemungkinan mengalami penyusutan. Hal ini nampak dari banyaknya temuan ribuan tebing akibat patahan sesar yang ada di permukaan Bulan. Bulan yang menyusut dan kemunculan banyak tebing itu diibaratkan peneliti sebagai kerutan yang muncul pada buah anggur yang kisut menjadi kismis. 

Tapi tak seperti permukaan anggur yang lentur, permukaan Bulan sangat rapuh. Sehingga permukaannya berkerak dan pecah ketika Bulan menyusut. Akibatnya terjadi "retakan thrust"dimana satu bagian kerak Bulan melesak ke atas bagian lainnya. 

Penyusutan ini diperkirakan terjadi akibat mendinginnya bagian interior Bulan. Bulan diperkirakan telah menyusut 50 meter dari ukuran aslinya beberapa ratus juta tahun lalu. 


NASA Perkirakan Bulan Alami Penyusutan
Retakan pada permukaan Bulan (Dok. NASA via www.nasa.gov)

"Analisa kami memberi bukti awal bahwa retakan ini masih aktif dan sepertinya menyebabkan terjadinya gempa Bulan (yang terjadi) hari ini. karena Bulan terus menjadi dingin dan menyusut," jelas Thomas Watter, peneliti senior di Pusat Studi Bumi dan Planet di Museum Udara dan Luar Angkasa Smithsonian di Washington, seperti dikutip dari situs NASA

"Beberapa gempa ini bisa sangat kuat, sekitar lima skala Richter."

Jika dilihat dari permukaan Bulan, sesar ini menyerupai tebing kecil berbentuk tangga. Retakan ini biasanya berbentuk memanjang beberapa meter hingga puluhan kilometer. 

Astronaut Eugene Cernan dan Harrison Schmitt harus menggerakan wahana penjelajah Bulan secara zig-zag ketika melewati permukaan tebing sesar Lee-Lincoln selama misi Apollo 17 tahun 1972. Saat itu mereka yang mendarat di lembah Taurus-Littrow.

Kesimpulan Watter itu berdasarkan pengamatan data empat seismograf yang dipasang di Bulan oleh astronaut pada misi Apollo 11, 12, 14, 15, dan 16. Data tersebut lantas dimasukkan ke dalam program algoritma matematika. Hasilnya bisa digunakan untuk memperkirakan lokasi gempa Bulan.

Seismograf yang dipasang pada misi Apollo 11 hanya bertahan tiga minggu. Sementara empat sensor lainnya berhasil mencatat 28 gempa kecil sepanjang 1969 hingga 1977. Besaran gempa ini sekitar 2 sampai 5 skala Richter. 
"Sangat mengagumkan bagaimana data dari 50 tahun lalu dari misi LRO dikombinasikan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang Bulan sembari memberi petunjuk kemana misi studi Bulan di masa depan mesti dilakukan," jelas peneliti Proyek LRO John Keller dari Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland.


LRO telah memotret permukaan Bulan sejak 2009. Foto itu akan digunakan untuk membandingkan wilayah retakan dari waktu berbeda untuk memastikan ada bukti dari hasil gempa bumi yang terjadi baru-baru ini. 

Tak cuma Bulan yang menyusut, planet Merkuri pun menunjukkan penyusutan serupa. Hal ini juga ditandai dengan adanya retakan-retakan pada planet itu. Kecepatan penyusutan Merkurius bahkan lebih cepat dari Bulan. 

(CNN)

Related Post

Comment