Adul, Disabilitas Asal KBB Berpenghasilan Rp 2,5 Juta/Bulan

S.N.A 14 3 19 Teras KBB
Adul, Disabilitas Asal KBB Berpenghasilan Rp 2,5 Juta/Bulan

Terasjabar.id - Meski memiliki keterbatasan bukan penghalang bagi Abdul Manan untuk berkreatifitas. Pria 37 tahun itu tetap bekerja keras menghidupi anak dan istrinya.

Pekerjaan yang warga warga Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat itu adalah usaha menjadi tukang las. adalah
tukang las keliling. 

Lewat pekerjaan itu, pria berusia 37 tahun itu hidup mandiri dan bisa menghidupi istri serta anaknya. Bahkan, ia sudah memiliki pelanggan tetap dengan penghasilan rata-rata mencapai Rp 2,5 juta per bulan.

Kedua kaki Adul, sapaan Abdul Manan mengalami cacat sejak lahir sehingga tidak memungkinkannya untuk berjalan. Untuk bisa beraktifitas, Adul memodifikasi motor bebek miliknya sehingga bisa memenuhi panggilan pelanggan.

Sejak tahun 2007, ia menjadi tukang las keliling. Baginya, yang terpenting adalah percaya diri sehingga bisa menunjukkan jika penyandang disabilitas juga bisa bertahan dengan kemampuan yang dimiliki.

"Dari tahun 2007 sampai sekarang, sejak masih bujangan hingga memiliki istri dan seorang anak. Pertamanya diajarin teman mengelas besi, terus coba sendiri," kata Adul di tempat kerjanya, beberapa waktu lalu.

Adul menolak dibedakan dengan orang normal pada umumnya. Dengan cekatan, ia mengandalkan keterampilannya dalam mengelas besi, kanopi, hingga naik ke atas pagar meski pada awalnya banyak pelanggan yang meragukan kemampuannya.

Bapak satu anak itu mengaku, sama sekali tidak mengenyam bangku sekolah lantaran orang tuanya takut Adul minder, butuh proses yang sangat panjang bagi Adul memiliki rasa percaya diri tinggi. Berkat pergaulannya yang luas, Adul akhirnya bisa diterima apa adanya oleh warga sekitar hingga mampu membaca dan menulis sendiri.

"Dulu saya pernah minder, malu, baru setelah berumur 13 tahun saya berani keluar rumah. Ternyata, orang-orang sekitar memandang biasa kepada saya, enggak dibeda-bedakan, mereka bisa terima keadaan saya," tuturnya.

Selain mengelas, Adul juga ahli menyervis motor dan mobil yang ia kerjakan hanya di hari libur. Untuk menambah penghasilan, Adul dibantu istrinya berjualan bensin di rumah.

"Sebelum jadi tukang las, dulu saya pernah beternak bebek dan bikin perkakas. Servis motor dan mobil hanya dikerjakan di hari Jumat, hari lainnya biasa ngelas," ujarnya.

Hasil kerjaan Adul diapresiasi seorang pelanggan, Roqib, dia menganggap Adul memiliki keterampilan yang melebihi orang normal. Setiap pekerjaan yang disuruh, lanjut dia, dikerjakan dengan teliti dan rapi.

"Hasil pekerjaannya rapi, karena ketelitiannya, banyak orang yang butuh jasanya. Bahkan, pagar setinggi 3 meter di belakang rumah dengan gampang dinaiki sehingga saya tidak pernah ragu untuk memperkerjakan Adul," kata Roqib.

(FR)


Related Post

Comment