Advertisement

Rabu, 20 Februari 2019 20:06 WIB

Seperti Langganan, Upah Bagi TKK di KBB Kembali Tertunda Diawal Tahun

Dea —Teras KBB
Seperti Langganan, Upah Bagi TKK di KBB Kembali Tertunda Diawal Tahun

Terasjabar.id - Upah bagi para Pegawai Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemkab Bandung Barat (KBB) hingga belum cair untuk bulan Januari dan Februari 2019.

Belum cairnya upah itu dikarenakan molornya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang ada di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Setda Kabupaten Bandung Barat.

Besaran upah atau honor yang diterima PKK adalah Rp3.000.000 per bulan untuk lulusan SMA/sederajat, dan Rp3.250.000 per bulan untuk lulusan SI. 

Kasubbag Pemberitaan pada Bagian Humas Setda Bandung Barat, Efhi membenarkan jika hingga minggu ini honor bagi TKK belum bisa dicairkan dengan alasan masih dalam proses administrasi.

"Honor TKK itu anggarannya diambil dari kegiatan (humas) yang ada di bidang, kalau DPA belum selesai, honor TKK pun belum bisa dicairkan. Paling lambat harapannya minggu depan sudah bisa cair karena minggu ini diusahakan DPA selesai dan langsung proses pengajuan," kata Efhi, Rabu (20/2/2019).

Menurutnya, kondisi seperti ini bukan kali ini saja terjadi. Melainkan setiap awal tahun selalu molor untuk honor PKK. Artinya, seperti jadi kebiasaan diawal tahun. Dia mencontohkan, cash budget untuk satu tahun misalkan mencapai angka Rp 2 miliar. Maka anggaran tersebut harus dibagi pada empat triwulan.

"Aturannya memang seperti itu ada pencairan setiap triwulan dengan persentase yang berbeda. Seperti di Humas saja tahun ini triwulan pertama anggaran yang bisa dicairkan itu hanya 17 persen, itu kami prioritaskan dulu untuk honor TKK dari kegiatan. Triwulan kedua 25 persen, triwulan ketiga 25 persen dan triwulan keempat 33 persen. Untuk anggaran humas saja yang paling besar untuk honor TKK karena jumlahnya mencapai 17 orang, sisanya untuk kegiatan dan belanja jasa seperti iklan di media," jelasnya.

Sementara itu, saat ditemui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Agustina Piryanti meminta semua OPD untuk kooperatif meminta tanda tangan sejumlah orang yang tergabung dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mempercepat proses DPA.

"Sebetulnya sekarang DPA di beberapa dinas juga sudah ada yang beres dan honor TKK sudah ada yang cair. Untuk yang belum cair, maka dinas tersebut harus mengejar karena DPA ini ditanda tangan beberapa orang," ungkapnya.

Bahkan, sebut dia, tak hanya DPA yang harus rampung, beberapa persyaratan lainnya seperti Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Surat Penyediaan Dana (SPD) dan laporan pembuatan capaian kinerja bulanan juga harus dipenuhi.

"Jika semua persyaratan ini sudah selesai maka anggarannya sudah bisa dicairkan," tandasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah KBB, Asep Sodikin angka bicara soal molornya  Dokumen menjamin persoalan tertundanya upah bagi PKK bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini.

"Penyelesaiannya hanya dikomunikasi serta waktu saja. Nanti saya akan coba hubungi Bappelitbangda sebagai pihak yang menangani program di dinas," kata Asep.

Dirinya membantah jika TAPD memperlambat proses DPA di masing-masing OPD. Apalagi jika dituding pilih-pilih dinas tertentu. Dia justru mendorong agar setiap dinas lebih kooperatif mengejar TAPD supaya kegiatan bisa langsung dimulai.

"Dari TAPD tidak ada istilah memperlambat, malah kita ingin semua dinas mulai melakukan kegiatan. Sekarang saja di beberapa dinas sudah ada yang mulai kegiatan terutama pelayanan langsung ke masyarakat," terangnya.

Bila DPA sudah keluar, kata dia, seluruh dinas diminta untuk memaksimalkan kinerja dalam menjalankan program yang sudah disusun untuk satu tahun anggaran. Terutama harus mampu mewujudkan segala program yang sudah tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).
"Kalau program bisa berjalan maka penyerapan anggaran juga bisa berjalan dengan baik. Intinya harus mampu mewujudkan visi AKUR (Aspiratif, Kreatif, Unggul dan Religius)," tandasnya.

(FR)

Langganan Upah TKK KBB Tertunda



Related Post



Loading...

Comment