Advertisement

Apa Sih Manfaat Madu Bagi DBD Sehingga Permintaannya Meningkat di KBB?

Apa Sih Manfaat Madu Bagi DBD Sehingga Permintaannya Meningkat di KBB?
Editor: Malda Teras KBB —Senin, 18 Februari 2019 10:34 WIB

Terasjabar.id - Madu diyakini bakal mempercepat penyembuhan Demam Berdarah Dangue (DBD) jika dikonsumsi secara rutin.

Atas khasiatnya itu, permintaan pemesanan madu di Sari Alam Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat pun meningkat. Terlebih saat ini kasus DBD masih banyak.

Koswara (37) peternak lebah madu Sari Alam Maribaya menuturkan, kandungan nutrisi dalam madu terkenal berkhasiat untuk kesehatan, terutama madu yang dihasilkan dari jenis lebah trigona SP karena mengandung ekstrak propolis yang bermanfaat meningkatkan kadar trombosit.

"Secara khasiat, madu lebah trigona lebih ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit dibanding madu jenis lebah lainnya. Penyakit-penyakit yang bisa disembuhkan dari madu ini antara lain DBD, diabetes, liver, stroke, dan lain-lainnya. Khusus DBD, madu ini berkhasiat menaikan trombosit penderitanya," jelas Koswara di peternakan lebah, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (18/2/2019). 

Menurut dia, permintaan lebah madu trigona meningkat semenjak sepekan terakhir dari masyarakat satu RT di Kecamatan Batujajar yang terserang DBD. Namun, karena hanya bisa dipanen tiga kali dalam setahun, harga jenis madu ini lebih mahal dibanding madu biasa.

"Saya biasa menjual langsung dengan sarangnya agar menjamin keasliannya dengan harga di atas Rp500 ribu. Walaupun mahal, tetapi banyak konsumen yang membelinya karena lebih berkhasiat dibanding madu jenis lainnya," bebernya.

Koswara menuturkan, komposisi atau kandungan propolis madu trigona memiliki kadar yang cukup tinggi. Selain itu, zat gula lebih rendah dibanding madu jenis lain, serta kandungan enzimnya lebih banyak. Sehingga jika dikonsumsi secara rutin oleh penderita DBD, maka penyembuhannya bisa lebih cepat.

Dia menjelaskan, di tempatnya terdapat empat jenis lebah yang sudah lama ditangkarkan yaitu apis cerana, apis melipera, apis trigona dan apis dorsata. Khusus lebah trigona, lanjut Koswara, lebah jenis ini tidak berbahaya bagi orang karena tidak memiliki sengat.

Karena tidak memiliki sengat, maka untuk menjaga koloni di dalam sarang dari serangan predator atau pengganggu, pertahanan lebah trigona ini menggunakan sejenis resin dan propolis yang didapat dari getah kayu.

"Secara keseluruhan, spesies lebah trigona di seluruh dunia mencapai 250 jenis, 50 jenis di antaranya ada di Indonesia," ujarnya.

Selain mengembangkan budidaya madu, Koswara tak segan berbagi ilmu secara cuma-cuma kepada siapa saja yang membutuhkan. Tak jarang, ia juga sering diminta menjadi narasumber atau penyuluh di kantor Pemprov Jabar.

"Penyuluhan diberikan kepada PNS yang akan memasuki pensiun. Mereka diajarkan budidaya lebah madu supaya di masa pensiun masih memiliki kegiatan yang menghasilkan," tandasnya. (SDK)

Manfaat Madu DBD Meningkat


Related Post



Loading...