Guru Olahraga SD di Malang Diduga Cabuli Siswinya

Nada 12 2 19 Hot News
Guru Olahraga SD di Malang Diduga Cabuli Siswinya

Terasjabar.id-  Guru olahraga di Kota Malang, IS (56) diduga mencabuli anak didiknya. Orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kota Malang. Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni saat dihubungi membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini kasusnya tengah dalam proses penyelidikan.

"Masih proses lidik," tegas Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, Senin (11/2).

IS sehari-hari mengajar di SD Negeri Kauman 3 Kota Malang. Terlapor diduga melakukan pencabulan kepada muridnya, yang masih berusia 10 tahun dan duduk di kelas V. Korban didampingi orang tuanya telah melaporkan ke Polres Kota Malang.

Saat ini kasusnya tangan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota.

Sementara Wali Kota Malang, H Sutiaji meninjau SD Negeri Kauman 3 untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Sejauh ini, pihaknya mengaku baru mengetahui kabar tersebut melalui pemberitaan media.

Usai dialog yang berlangsung tertutup, Sutiaji memerintahkan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk memberikan sanksi sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Pihaknya juga meminta segera digelar pertemuan wali murid dalam rangka memberikan jaminan kepastian rasa aman.

"Jaminan rasa aman dan nyaman bukan saja harus diterima oleh wali murid SDN Kauman 3, namun juga kepada seluruh wali murid yang anaknya bersekolah di Kota Malang. Jangan sampai citra pendidikan Kota Malang kembali tercoreng atas ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar Sutiaji.

Kata Sutiaji, Pemkot Malang akan bertindak dan mengambil kebijakan sesuai dengan aturan dalam rangka mengawal proses pendidikan di Kota Malang.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Totok Kasianto mengungkapkan di tempat yang sama mengatakan, IS sudah tidak mengajar lagi di sekolah tersebut. IS langsung ditarik ke Kantor Pengawasan, tetapi bukan sebagai pengawas.

"Sementara untuk dilakukan pembinaan, hingga proses ketentuannya turun diberlakukan, sesuai keputusan Wali Kota Malang," katanya.

Sutiaji juga melakukan inspeksi mendadak di SMP Negeri 13 Kota Malang. Ia juga mengklarifikasi tentang informasi 2 siswa yang dikeluarkan sekolah tersebut karena minuman keras.

"Jadi bukan dikeluarkan, melainkan dipindahkan ke MTs Sunan Giri. Kalau dikeluarkan itu namanya lepas tangan dan tidak bertanggung jawab. Pihak sekolah hanya memindahkan saja," kata Sutiaji meluruskan. 

(Merdeka.com)

Related Post

Comment