Advertisement

Longsor Intai Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) Kabupaten Tasikmalaya

S.N.A 7 2 19 Hot News
Longsor Intai Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) Kabupaten Tasikmalaya

Terasjabar.id - Cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini membuat Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) di Kabupaten Tasikmaya rawan longsor.‎ Tak kunjung rampungnya penyelesaian jalan tersebut, ikut andil memunculkan kerawanan yang mengancam warga tersebut.

Pantauan "PR" Rabu 6 Februari 2019, titik longsor Cisinga terlihat di kawasan Kampung Cigandol, Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong. Material tanah tampak menimbun sebagian badan jalan yang belum teraspal itu.

Akibatnya, badan jalan menyempit karena timbunan tanah beserta rerumputannya tak disingkirkan. Wawan, warga Cigandol menuturkan, longsor tersebut telah terjadi sekitar setahun lalu.

Ia masih ingat peristiwa itu terjadi sebelum ruas jalan tersebut diberi batuan sebagai landasan kendaraan yang melintas. Menurutnya, longsor terjadi karena tebing jalan tergerus aliran air hujan.

Tebing tersebut gampang longsor juga lantaran belum rampungnya penyelesaian proyek Cisinga. Ruas Cisinga di Cigandol bukan hanya belum tersentuh pengaspalan.

Tepian jalan yang berupa tebing-tebing dan jurang pun belum ditembok guna menahan pergerakan tanah. "Teu acan diberesan (pembangunan belum selesai-selesai)," ujar Wawan.

Tak heran, Wawan yang saban hari melintasi Cisinga menggunakan sepeda motor untuk mencari rumput kerap khawatir bila hujan deras mengguyur lokasi itu. "Hariwang urug (takut longsor)," ucapnya.

Meski demikian, ia tetap memaksakan diri melintasi jalan penghubung di kaki Gunung Galunggung tersebut. Menurutnya, beberapa ruas Cisinga lain juga rentan longsor.

Dia mencontohkan, ruas Cisinga di dekat Jembatan Cibereum yang masuk wilayah Kecamatan Sukahening. Ruas itu menerobos perbukitan di perbatasan Cisayong-Sukahening.

Meskipun telah teraspal, tebing-tebing perbukitan yang telah dipapas tak ditembok atau dipasangi material penahan tanah. Tak pelak, Wawan mengaku kerap waswas pulas saat melintasinya.

JALAN Ciawi-Singaparna (Cisinga) di Kabupaten Tasikmaya.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Hal serupa dirasakan Didi (48), warga Kampung Ciengang, Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening. Didi meminta pemerintah membangun tembok penahan tanah di ruas Cisinga dekat Jembatan Cibereum.

Meskipun tanah tebing-tebing itu berupa cadas, Didi tetap khawatir longsor terjadi. Apalagi ruas yang telah teraspal tersebut ramai dilintasi para pengemudi. Jika Sabtu-Minggu, tutur Didi, jalan itu dipenuhi warga yang datang menggunakan kendaraannya untuk sekadar menikmati pemandangan di jalan baru tersebut.

Didi berharap, pemerintah segera merampungkan akses penghubung Ciawi-Singaparna itu. Penyelesaian juga bukan sekadar mengaspal ruas jalan, tetapi membangun dan melengkapi dengan fasilitas lain guna keselamatan pengendara.

"Jangan sampai (penyelesaian proyek) nunggu dulu kejadian (jatuh korban)," ucap Didi.

Tersisa 3 km

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto sempat memberikan pernyataan singkat terkait belum rampungnya Cisinga. "Masih tiga kilometer lagi yang insya Allah tahun ini, rampung Kang," kata Ade dalam pesan WhatsApp kepada "PR" belum lama ini.

Ade mengaku bakal melakuan kajian terlebih dahulu sebelum peresmian Cisinga. "Karena ada beberapa masukan yang perlu dipelajari kembali terkait dengan kelaikan teknis, seperti drainase dan lain-lain, saya akan turunkan tim pengkaji," ucapnya.

Sebelumnya, ‎ Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tasikmalaya, Yusep Yustisiawandana, mengungkapkan penyelesaian jalan agar laik operasional masih butuh dana Rp 55 miliar. Dana tersebut digunakan di antaranya bagi leveling atau pelapisan ulang jalur masuk kendaraan ke Cisinga.

"Begitu masuk ke Cisinga baik dari Ciawi maupun Singaparna dibuat dua jalur," kata Yusep beberapa waktu lalu.

Selain itu, dana tersebut bakal digunakan untuk pembuatan tembok penahan tanah serta kebutuhan lain agar Cisinga laik dilalui.

Yusep mengatakan, pengerjaan Cisinga harusnya rampung tahun ini. Namun, persoalan dana menjadi ganjalan penyelesaiannya.

"Secara teknis tidak ada kendala cuma finasial saja," ujarnya. Pemkab Tasikmalaya kesulitan bila penyelesaian jalan bergantung kepada APBD-nya yang terbatas.

Tak pelak, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan mengucur guna menuntaskan jalan sepanjang 23 kilometer tersebut. "Sudah diusulkan di (anggaran) murni tahun ini ke provinsi," ucap Yusep.

Bila telah laik dan nyaman dilintasi, kehadiran Cisinga bakal memangkas waktu tempuh dari Singaparna ke Ciawi dan sebaliknya.

(sspr)

Related Post

    Article not found!

Comment