Advertisement

Gegara Hal Ini, Persib Bandung Terancam Kalah WO Lawan Persiwa Wamena di Piala Indonesia

Admin B 3 2 19 Hot Persib
Gegara Hal Ini, Persib Bandung Terancam Kalah WO Lawan Persiwa Wamena di Piala Indonesia

Terasjabar.id - Pertandingan leg kedua Piala Indonesia babak 32 besar antara klub Persib Bandung melawan Persiwa Wamena kemungkinan tak bisa digelar Senin (4/2/2019).

Pertandingan urung dilakukan lantaran tidak adanya izin dari pihak kepolisian.


Alasannya kondisi infrastruktur Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dianggap perlu perbaikan.

Panitia pelaksana pertandingan kemudian mengambil opsi untuk menggelar pertandingan di Stadion SI Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil pertemuan antara Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema; Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Dodi Ridwansyah; serta General Coordinator Panpel Persib, Budhi Bram Rachman, Jumat (1/2/2019) malam.

Peneliti hukum olahraga, Eko Noer Kristiyanto, mengatakan, jika dilihat dari kasusnya, pihak kepolisian tidak dalam posisi yang perlu disalahkan.

Alasan polisi tidak memberikan izin bukan karena faktor keramaian semata.

"Yang dimaksud polisi tidak aman itu adalah bangunan fisik Stadion GBLA-nya, berarti Dispora juga harusnya tidak menganjurkan, jadi menurut saya masuk akal kalau polisi melarang, karena berhubungan dengan nyawa orang," ujar Eko, saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.

Bobotoh di Stadion GBLA Bandung, Sabtu (12/5/2018)
Bobotoh di Stadion GBLA Bandung, Sabtu (12/5/2018) (Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha)

Menurut Eko, jika kemudian panitia pelaksana mengajukan penguduran pertandingan karena tidak ada opsi stadion lain untuk menggelar pertandingan, maka yang harus disalahkan adalah panitia pelaksana.

"Kesalahan Panpel di sini, mereka tidak menyediakan alternatif, tidak siap dengan plan B, karena mungkin selama ini selalu bisa selalu gampang (perizinan)," katanya.

Jika pertandingan Persib melawan Persiwa batal digelar sesuai jadwal yakni Senin 4 Februari 2019, kata Eko, maka Persib dapat mengajukan pemunduran jadwal pertandingan.

Merujuk pada regulasi Piala Indonesia dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tentang waktu pertandingan, dalam Pasal 8 ayat 6 disebutkan klub tuan rumah dari pertandingan tertentu hanya dapat mengajukan permohonan perubahan jadwal pertandingan atas dasar tidak diperolehnya izin pelaksanaan pertandingan dari kepolisian selambat-lambatnya tujuh hari sebelum hari pertandingan yang ditetapkan oleh PSSI, untuk selanjutnya mendapat penolakan atau persetujuan dari PSSI.

"Kalau misalkan pertandingan tidak digelar Senin berarti sudah Persib kalah WO, tapi kalau masih bisa mundur itu aneh, tidak wajar saja. Itukan sudah masalah sendiri, kalau minta mundur terus diizinin Persiwa berhak melayangkan protes. Jadi satu-satunya cara panpel mengajukan Si Jalak Harupat dan pertandingan digelar Senin, jika Persib tidak ingin kalah WO," katanya.

Dalam Pasal 8 ayat 7 disebutkan bahwa klub mengajukan permohonan perubahan hari dan tanggal pertandingan di luar tenggat waktu yang ditetapkan oleh PSSI dan PSSI menolak permohonan tersebut, maka PSSI akan menetapkan penyelenggaraan pertandingan untuk dilaksanakan di tempat netral dengan seluruh biaya penyelenggaraan ditanggung oleh klub tuan rumah.

I Made Wirawan (kiri), Miljan Radovic (tengah)
I Made Wirawan (kiri), Miljan Radovic (tengah) (tribunjabar/deni denaswara)

Hingga Jumat (1/2/2019), pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic, belum mengetahui venue yang dipakai timnya untuk menjamu Persiwa Wamena.

Pada Senin (4/1/2019), Persib Bandung kembali menghadapi Persiwa Wamena di leg kedua di babak 64 besar Piala Indonesia.

Hanya, belum ada venue untuk menggelar pertandingan antaraPersib Bandung kontra Persiwa Wamena itu.

Semula, laga itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) namun ada kerusakan yang membuat Stadion GBLA tak bisa dipakai untuk laga Persib Bandung vs Persiwa Wamena pada Senin nanti.

Sejauh ini, panitia pelaksana pertandingan itu sedang menjajaki kemungkinan untuk menggunakan Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) didampingi Penjabat Gubernur Jawa Barat, Komjen Pol M Iriawan dan Bupati Bandung, Dadang M Nasser meninjau lapangan dan tribun penonton Stadion Si Jalak Harupat di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (8/8/2018). Kunjungan JK kali ini dalam rangka meninjau kesiapan untuk pelaksanaan Asian Games 2018.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) didampingi Penjabat Gubernur Jawa Barat, Komjen Pol M Iriawan dan Bupati Bandung, Dadang M Nasser meninjau lapangan dan tribun penonton Stadion Si Jalak Harupat di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (8/8/2018). Kunjungan JK kali ini dalam rangka meninjau kesiapan untuk pelaksanaan Asian Games 2018. (TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN)

Situasi itu tidak membuat Miljan Radovic panik. Menurut pelatih asal Montenegro itu, perubahan venue dari Stadion GBLA ke ke Stadion Si Jalak Harupat tak memengaruhi persiapan dan performa timnya.

Miljan Radovic yakin Persib Bandung bisa mengukir hasil positif dalam pertandingan 'wajib menang' itu.

"Kalau di GBLA bagus, rumputnya bagus dan di Si Jalak Harupat juga bagus. Semua pemain tidak apa-apa, mereka bisa bermain di GBLA atau di Si Jalak Harupat," ucap Miljan Radovic setelah melatih anak asuhannya di Stadion SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Jumat (1/2/2019).

Bahkan, Miljan Radovic tak mempermasalahkan jika ada opsi lain untuk laga Persib Bandung kontra Persiwa Wamena.


(Ren/Sumber:Tribunkaltim.co)

Related Post

Comment