Advertisement

Rabu, 9 Januari 2019 08:00 WIB

Tak Optimal Olah Limbah, 17 Industri di Bandung Barat Diganjar Proper Merah

S.N.A —Teras KBB
Tak Optimal Olah Limbah, 17 Industri di Bandung Barat Diganjar Proper Merah

Terasjabar.id - Sebanyak 17 industri di Kabupaten Bandung Barat mendapatkan rapor merah dalam Program Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah (Properda) Jawa Barat 2018. Sejumlah perusahaan tersebut bergerak di bidang tekstil, zat pewarna, korek api, plastik, hingga cat.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Aam Wiriawan mengungkapkan, 17 perusahaan tersebut menjadi sasaran untuk dilakukan pembinaan dan pengawasan. "Dari 33 perusahaan yang dinilai, 17 dapat proper merah, 9 proper biru, dan sisanya dikeluarkan dari penilaian," katanya, Selasa 8 Januari 2019.

Menurut Aam, kriteria penilaian Properda di antaranya ketaatan terhadap dokumen lingkungan, pengendalian pencemaran air, udara, serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Penilaian tersebut dilakukan selama setahun oleh Pemprov Jabar.

Dia mengungkapkan, sejumlah perusahaan tersebut sebenarnya sudah berupaya memperbaiki pengolahan limbah agar tidak mencemari lingkungan. Namun, belum semuanya optimal, sehingga menjadi tugasnya agar mereka bisa mengelola limbah dengan lebih baik lagi ke depan.

"Namun, ada juga yang mendapat rapor merah hanya karena persoalan administrasi. Makanya, ini juga yang menjadi sasaran pembinaan dari kami," ujar Aam.

Diakuinya, tidak semua perusahaan di Bandung Barat masuk dalam Properda Jabar pada tahun kemarin. Beberapa perusahaaan yang sudah mendapatkan proper biru dua kali berturut-turut, tak lagi masuk penilaian lantaran sudah dianggap baik. 

"Ada lima peringkat dalam Proper, yaitu hitam, merah, biru, hijau, dan emas. Tugas kami, agar setiap perusahaan mendapatkan peringkat yang lebih baik dari tahun ke tahun," tuturnya.

Aam menambahkan, memasuki musim hujan ini, pengawasan terhadap sejumlah industri di Bandung Barat akan lebih diintensifkan. Soalnya, musim hujan rawan dimanfaatkan untuk membuang limbah cair ke sungai.

Menurut dia, tingginya curah hujan membuat tinggi permukaan sungai meningkat. Hal ini rawan dimanfaatkan untuk membuang limbah lantaran akan bercampur dengan air hujan.

Di Bandung Barat, ada lima anak sungai yang dominan menjadi pembuangan limbah cair, yaitu Sungai Cipeusing, Cihaur, Cikandang, Ciburandul dan Cimerang. "Kelima anak sungai yang bermuara ke Citarum ini berada di sekitar Batujajar dan Padalarang. Untuk melakukan pengawasan, kami juga terus berkoordinasi dengan Satgas Citarum Harum yang melibatkan TNI," tuturnya.

(s/sumber:pikiran rakyat)

Industri di Bandung Barat Proper Merah



Related Post


 


Loading...

Comment