Ada Apa Saja di Wisata ''Pasir Heunceut'' Ciamis ? Banyak Perempuanya ? Atau Pemandangan yang Indah ?

Ada Apa Saja di Wisata ''Pasir Heunceut'' Ciamis ? Banyak Perempuanya ? Atau Pemandangan yang Indah ?
Hallo Bogor - Hallo Id
Editor: Malda Yuk Piknik —Sabtu, 31 Desember 2022 09:09 WIB

Terasjabar.id – Salah satu daerah di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat memiliki tempat berupa perbukitan yang terdengar sedikit nyeleneh, yakni Pasir Heunceut. Rupanya, ada cerita masyarakat di balik mengapa daerah tersebut bisa dinamai demikian.

Bagi orang luar Jawa Barat, khususnya yang tidak menggunakan bahasa Sunda, mungkin nama tersebut tidak terdengar neyeleneh. Namun, bagi orang Sunda, nama tempat tersebut identik dengan sebutan kemaluan perempuan dalam bahasa Sunda.

Adapun Pasir Heunceut sendiri merupakan suatu bukit yang dikenal memiliki panorama alam cukup indah.

Warga Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis memang sudah terbiasa mendengar nama daerah tersebut. Pasalnya, tempat yang berada di Dusun Peundeuy itu sudah dikenal warga sejak zaman Belanda.

Warga sekitar pun sudah tidak merasa tabu atau malu ketika menyebutkan nama tempat itu kepada warga luar daerah.

Terkait asal-usul bukit tersebut dinamai Pasir Heunceut, Ketua RW Dusun Peundeuy, Tarlim, menuturkan pada tahun 1948 silam, Pasir Heunceut merupakan area perkebunan karet yang memiliki luas sekira 250 hektare. Kebun tersebut disebutkan telah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Konon katanya, sejarah nama Pasir Heunceut itu mulai terkenal ketika ada pendatang atau pegawai perempuan yang sering datang ke tempat tersebut untuk bekerja.

Perempuan itu diketahui memiliki paras cantik, sehingga memikat mandor kebun karet yang merupakan orang Belanda.

"Setahu saya begitu, sering ada mandor yang membawa pegawai perempuan ke pasir tersebut. Kalau memadu cinta atau tidaknya saya tidak tahu, namun sepintas ceritanya begitu," kata Tarlim kepada wartawan, Rabu, 21 Desember, seperti dikutip dari Kabar Priangan Pikiran-Rakyat.com.

Adapun saat ini, Tarlim menuturkan tempat tersebut sudah tidak menjadi kebun karet lagi karena sudah sejak lama ditebang masyarakat setempat. Kala itu, masyarakat takut dan khawatir andai Belanda kembali menjajah daerah tersebut.

"Pabrik karet itu milik Belanda, maka dari itu ditebang oleh masyarakat karena khawatir Belanda datang lagi untuk menjajah," ucapnya.

Dalam perkembangannya saat ini, lokasi Pasir Heunceut itu rencananya akan dijadikan kawasan agrowisata oleh Pemerintah Desa Margaharja dan masyarakat setempat. Mengingat lokasinya memiliki pemandangan alam indah yang dihiasi rimbunnya dedaunan.

Kepala Desa Margaharja, Warto, mengatakan masyarakat setempat rencananya akan membuat menara mercusuar di lokasi Pasir Henceut tersebut.

Menara tersebut akan dinamai Puncak Erfah, sebagai upaya untuk mengurangi kesan negatif Pasir Heunceut. Rencananya lokasi menara mercusuar di Puncak Erfah itu akan didirikan di bekas penebangan pohon karet.

"Ya kami perhalus (namanya) menjadi Puncak Erfah, meskipun nama Pasir Heunceut itu sudah melekat di telinga masyarakat Kecamatan Sukadana,” kata Warto.

Kendati begitu, Warto mengatakan pihaknya dan masyarakat setempat tidak malu ketika menyebutkan Pasir Heunceut bagi bukti di daerahnya tersebut.

"Kami sudah terbiasa dengan sebutan nama tersebut. Jadi kami sama sekali tidak malu. Namun, untuk memperhalus kesan negatif menjadi Puncak Erfah," ujar Warto.****(Sumber: Kabartegal) 

Pasir Heunceut ciamis Viral Jawa Barat Wisata


Loading...