Para Pelajar yang Tendang Nenek di Tapsel Tidak Hanya Lakukan Aksinya Satu Kali, Mereka Pernah Pukul Nenek Menggunakan Kayu !

Para Pelajar yang Tendang Nenek di Tapsel Tidak Hanya Lakukan Aksinya Satu Kali, Mereka Pernah Pukul Nenek Menggunakan Kayu !
Tangkapan Layar Video Viral
Editor: Malda Teras Viral —Senin, 21 November 2022 03:20 WIB

Terasjabar.id - VIRAL VIDEO ! Pelajar yang Tak Terpelajar Tega Tendang Seorang Nenek di Pinggir Jalan Hingga Terpental ke Aspal ! 

Seorang nenek di Tapanuli Selatan dianiaya oleh sejumlah pelajar dengan sepeda motor pelat T. Aksi ini terekam dalam sebuah video viral. Apa saja faktanya sejauh ini?


Dalam video yang beredar terlihat para pelajar yang tak memakai helm itu mengendarai 4 motor berhenti di pinggir jalan. Salah satu motor berpelat T yang ditumpangi 2 pelajar berhenti pas di depan sang nenek.

Remaja itu tampak berbicara kepada nenek dari atas motor. Lalu tiba-tiba remaja pelajar dari motor yang berhenti di depannya berlari ke arah nenek dan menendang sang nenek.

Sang nenek langsung tersungkur. Para pelajar itu lantas pergi meninggalkan sang nenek. Nenek tersebut kemudian berjalan ke arah berlawanan.

Dirangkum detikcom, Minggu (20/11/2022) berikut ini fakta pelajar bermotor 'pelat T' sejauh ini.

1. Jadi Perhatian Mahfud Md


Video nenek ditendang itu viral di media sosial. Salah satunya di Twitter.

Menko Polhukam Mahfud Md lantas me-retweet salah satu cuitan video. Dia menyentil Polri agar turun tangan

"Ini lagi @DivHumas_Polri --> Motornya T 3350 BK," cuit Mahfud.

2. Sang Nenek Pernah Dipukul Kayu


Rupanya, tindakan kekerasan yang dialami oleh sang nenek bukan sekali ini saja terjadi. Sebelumnya, nenek tersebut juga pernah dipukul pakai kayu oleh sekelompok pelajar yang sama.

Dilansir detikSumut, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni mengungkapkan, aksi pemukulan pakai kayu kepada nenek tersebut juga sempat viral di media sosial. Para pelaku sudah diamankan polisi.

"Enam orang (diamankan), yang di video menendang itu ada lima terlihat dalam video yang video pemukulan dengan kayu ada empat pelaku yang dalam video namun kalau digabungkan hanya enam pelaku dari kedua kejadian," ungkap Imam.

Imam menambahkan, para pelajar tersebut masih satu sekolah. Mereka duduk di kelas 11 salah satu SMK di Tapsel dengan usia rata-rata 15-16 tahun.

3. Nenek Diduga ODGJ


Imam menduga nenek yang ditendang itu merupakan ODGJ. Nenek tersebut tak bisa memberikan jawaban secara pasti saat ditanya polisi.

"Orang dalam gangguan jiwa yang mana tidak dapat memberikan keterangan secara pasti apa yang kita butuhkan sehingga langkah kami kepada korban tadi pagi kita melaksanakan pemeriksaan kesehatan ke RS sekaligus kami memohon visum kepada dokter pemeriksa," sebut Imam.

4. Nenek Diserahkan ke Dinsos


Saat ini polisi telah berkoordinasi dengan Dinsos Tepsel untuk mencari keberadaan keluarga sang nenek.

"Kami melakukan koordinasi dengan Dinsos Tapsel untuk bersama sama mencari dari keluarga dari ibu dari ODGJ tersebut untuk kami bisa kembalikan kepada pihak keluarga sekaligus kami nanti bisa mengambil keterangan saksi dari pihak keluarga," kata Imam.

Nenek tersebut saat ini sudah dibawa ke Dinsos. Selanjutnya, sang nenek akan direhabilitasi untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik

"Untuk saat ini, tadi pagi sudah kami serahkan ke pihak Dinsos untuk dilaksanakan rehabilitasi untuk ibu yang dalam video tersebut sebagai korban," tambah Imam.


5. Para Pelajar Penendang Nenek Ditangkap


Polisi memastikan telah menangkap para pelajar yang menendang nenek tersebut. Mereka masih satu kelompok dengan para pelajar yang memukul nenek itu dengan kayu. Total, polisi mengamankan 6 orang pelajar.

"Terus hari Sabtu kemarin sekitar jam 11 kejadiannya, yang terlihat dalam video melakukan penganiayaan menendang salah satu pelaku kepada ibu korban yang sama dengan kejadian sebelumnya itu ada lima orang. Namun mereka dalam kelompok pelajar atau pemuda yang sama dan dari dua kejadian tersebut pelakunya ada enam orang," ujar Imam.

6. Ortu Pelaku Diminta Bina Anaknya


Polisi juga meminta guru, orang tua hingga tokoh adat agar membina para pelaku. Ini dilakukan sembari berjalannya proses penanganan perkara.

"Untuk kami bermohon kepada orang tua ataupun para tokoh adat, pihak sekolah, pihak pendidikan untuk sama-sama melaksanakan pembinaan. Dari orang tua juga memberikan karakter yang baik, dari pihak sekolah untuk sambil kita berproses penanganan perkara, kelengkapan berkas perkara, dari pihak sekolah juga berikan pembinaan secara sosial maupun pemberian sanksi sesuai kategori pelanggaran yang dilakukan dari masing masing para pelaku dalam video," ujar Imam.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan pihak Bapas untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dalam perlengkapan berkas perkara. Karena, mereka masih berstatus di bawah umur.

"Sesuai dengan ketentuan kita harus didampingi oleh Bapas terkait dengan penanganan para pelaku di bawah umur," lanjutnya.

7. Sepeda Motor Pelat T Milik Pelaku


Imam mengatakan bahwa kendaraan berpelat T itu milik si pelajar tersebut. Namun, pihaknya belum mendalami soal pelat nomor yang terpasang itu sesuai dengan data base yang dimiliki oleh Korlantas Polri.

"Untuk sementara belum kami dalami terkait identitas kendaraan apakah nomor kendaraan yang terpasang pada kendaraan sesuai dengan data yang ada di database kendaraan yang dimiliki oleh Korlantas Polri," kata Imam.

"Namun kendaraan tersebut yang sudah diakui digunakan oleh para pelaku yang ada di dalam video tersebut," sebut Imam.

Imam menegaskan pihaknya tengah melengkapi sebanyak mungkin alat-alat bukti terkait kasus tersebut.

"Sementara ini kami sedang melengkapi sebanyak-banyak alat-alat bukti yang diperlukan dalam penanganan perkara tersebut," ujar Imam.


Viral Nenek Ditendang Anak Sekolah Plat T Pramuka Viral Nenek Ditendang Anak Sekolah Tapanuli Selatan SMK


Loading...