Advertisement

BNNP Kaltim Janji Makin Gencar Miskinkan Bandar Narkoba pada 2019

BNNP Kaltim Janji Makin Gencar Miskinkan Bandar Narkoba pada 2019
Editor: Epenz Hot News —Selasa, 1 Januari 2019 08:40 WIB

Terasjabar.id- BNN provinsi Kalimantan Timur bakal lebih gencar melakukan penyitaan aset hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) narkotika, para bandar narkotika di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Tujuannya untuk memberi efek jera.

Upaya itu sudah dimulai tahun ini, dengan penangkapan Ipang, seorang bandar besar sabu di kabupaten Kutai Kartanegara, yang masuk daftar pencarian orang (DPO) BNN. Ipang diringkus awal Desember 2018 lalu, dan kurir jaringannya. Selain penangkapan Ipang, petugas BNNP Kaltim juga menyita diantaranya 5 unit mobil, 11 motor, dan uang tunai. Nilai seluruhnya mencapai miliaran rupiah.

"Kita miskinkan pengedar dan bandar sabu di 2019," tegas Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur, Brigjen Pol Raja Haryono, di kantornya Jalan Rapak Indah, Samarinda, Senin (31/12).

Namun upaya ini tetap memerlukan dukungan banyak pihak. "Kita usulkan kelengkapan fasilitas seperti peralatan IT (informasi dan teknologi). Sekarang ini, kami terima dari BNN pusat K-9 (anjing pelacak) dan mobil tahanan untuk dukungan operasional," ujar Haryono.

"Mudah-mudahan Pemda juga dukung kita dalam anggaran. Saya sudah bicara dengan Wantimpres. Saya bilang, tidak ada bantuan anggaran dari Pemda di 2018 ini. Saya juga sudah sampaikan ke Pak Gubernur (Isran Noor), mudah-mudahan terealisasi di 2019. Sekarang ya kita terapkan, adalah anggaran berbasis kinerja, pekerjaan berbasis anggaran, dan skala prioritas gunakan anggaran," tambahnya.

Diakuinya, meski BNN gencar melakukan upaya pemberantasan, tapi ini tidak menyurutkan para bandar narkoba. "Ya, sekarang pun masih ada pergerakan (peredaran narkoba di Lapas). Jadi, di 2019, pengedar dan bandar, kita miskinkan," ungkap Haryono.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur AKBP Halomoan Tampubolon menambahkan, tahun 2019 mendatang bidang pemberantasan BNN provinsi Kaltim mendapat alokasi Rp 1,5 miliar.

"Angka itu turun dibanding 2017 lalu, kita dapatkan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Rp 2 miliar," ucap Tampubolon.

(nada/sumber:Merdeka.com)

Kaltim narkoba bandar


Related Post



Loading...