Advertisement

Penemuan Korban Mutilasi dalam Boks Plastik Paling Bikin Heboh Kalsel di 2018

Penemuan Korban Mutilasi dalam Boks Plastik Paling Bikin Heboh Kalsel di 2018
Editor: Epenz Hot News —Selasa, 1 Januari 2019 08:19 WIB

Terasjabar.id- Polda Kalimantan Selatan mencatat ada 6.220 kasus kriminal sepanjang tahun 2018 ini. Angka itu diklaim menurun dibanding tahun 2017 lalu, sebanyak 7.336 kasus kriminal. Kasus mayat korban mutilasi dibuang dalam boks plastik di dalam musala, jadi paling menyita perhatian sepanjang tahun ini.

Namun dari 6.220 kasus itu, yang terselesaikan 5.067 perkara, dan dinilai sebagai penurunan dibanding tahun 2017, dari total 7.336 perkara, selesai ditangani 6.011 kasus.

"Untuk penyelesaian perkara tahun ini, mulai dari 1 Januari 2018 sampai 21 Desember 2018," kata Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Yazid Fanani, dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Senin (31/12).

Yazid menerangkan, pengungkapan kasus yang menonjol, lantaran menyita perhatian publik adalah kasus pembunuhan, di mana jasad korban dimasukkan ke dalam boks plastik. "Pelakunya, berhasil ditangkap Resmob Polda Kalsel, kurang dari 12 jam," ujar Yazid.

Sekadar diketahui, jasad perempuan korban mutilasi di Sungai Tabuk, kabupaten Banjar, ditemukan Minggu (10/6) lalu. Pembunuhan itu terbilang sadis, lantaran boks plastik itu dibuang pelaku di dalam tempat ibadah musala.

Kasus kriminal lainnya, adalah pembunuhan di penjara Polres Katingan di Kalteng yang pelakunya ditangkap di Kalsel, termasuk penangkapan anggota Polri di Kalsel, lantaran melarikan tahanan narkoba di Polsek Banjarmasin Tengah.

Polda Kalsel di awal tahun 2018 lalu, juga menangkap 5 pengoplos 375 karung beras seberat 8.750 kg, setelah membantu pengungkapan kasus itu oleh Polres Batola. Kepolisian juga mengungkap kasus penghinaan agama Islam melalui akun facebook, hingga kasus korupsi pembangunan jembatan Mandastana-Tanipah.

"Angka kejahatan yang cenderung meningkat. Kalaupun demikian, terus dilakukan upaya pencegahan dengan melibatkan stakeholders dan penegakan hukum yang tegas dan humanis, untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat," ungkap Yazid.

Di 2019, Polda Kalsel juga akan lebih meningkatkan pengungkapan dan pencegahan 4 jenis kejahatan khususnya kejahatan yang meresahkan masyarakat antara lain, curat, curas, curanmor, premanisme (street crime), narkotika, hingga kejahatan terhadap perempuan dan anak.

(Nada/Sumber:Merdeka.com)

korban politik mutilasi 2018


Related Post



Loading...