Aspek Keberlanjutan Jadi Tantangan Industri Kelapa Sawit ke Depan

Aspek Keberlanjutan Jadi Tantangan Industri Kelapa Sawit ke Depan
ist
Editor: Indra Teras Bisnis —Rabu, 4 Agustus 2021 15:32 WIB

TERASJABAR.ID - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fadhil Hasan menuturkan industri kelapa sawit tengah menghadapi tantangan isu keberlanjutan.

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19, komoditas sawit cukup solid bahkan menjadi penopang ekonomi melalui kontribusi ekspor.

“Di sektor hilir sawit menggerakkan industri makanan, oleochemical, hingga biofuel untuk sektor transportasi. Di Indonesia pengembangan industri sawit diikuti tantangan besar isu keberlanjutan atau sustainability," ujar Fadhil dalam diskusi virtual, Rabu (4/8/2021).

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Fadhil menambahkan, industri sawit di Indonesia dalam satu dekade terakhir mengalami transformasi cukup signifikan.

"Dengan komitmen keberlanjutan, seharusnya industri sawit kita bisa berkembang ke depan," tuturnya.

Director Sustainability & Stakeholder Relations Asian Agri, Bernard Riedo menuturkan bahwa komitmen keberlanjutan dalam operasional industri sawit adalah sebuah keharusan.

Dia bilang, upaya ini tidak hanya memenuhi tuntutan pasar global tetapi juga menjalankan komitmen perusahaan.

“Aspek keberlanjutan menjadi inti transformasi positif dalam rantai pasok industri sawit RGE Indonesia,” tutur Bernard.

RGE Indonesia merupakan grup produsen dan eksportir terbesar kelapa sawit di Indonesia

Pasar ekspornya telah menjangkau lebih dari 30 negara di lima benua.

TONTON JUGA:


RGE Group dipercaya menjadi pemasok bahan baku oleh raksasa global seperti Unilever, Nestle, P&G, Kao, dan puluhan lainnya.

Direktur Keberlanjutan Apical Group Bremen Young mengatakan daya saing sawit yang jauh lebih tinggi dibanding minyak nabati lain membuat tuntutan terhadap aspek keberlanjutan begitu tinggi.

Apical Group, sambungnya, menerapkan metodologi pendekatan keberlanjutan untuk memastikan transparansi dan keterlacakan sumber pasokan minyak sawit.

“Kami ingin memastikan pasokan berasal dari perkebunan yang menjalankan prinsip keberlanjutan seperti perlindungan area konservasi, perlindungan lahan gambut, dan memberikan dampak positif pada masyarakat di sekitar wilayah operasi,” tukasnya.

BACA JUGA:Bappenas: Transformasi Ekonomi Indonesia Berjalan Lambat Sejak 1998

Inovasi untuk memastikan keberlanjutan juga terus dijalankan perusahaan melalui pemanfaatan teknologi satelit untuk monitoring dan platform untuk verifikasi sumber pasokan.

(SUMBER TRIBUNNEWS.COM)

Asian Agri Apical Group Fadhil Hasan komoditas sawit


Loading...