PPKM Terasa Berat, Pendapatan Pedagang di Palabuhanratu Ini Merosot Hanya Dapat Rp 5.000 Sehari

PPKM Terasa Berat, Pendapatan Pedagang di Palabuhanratu Ini Merosot Hanya Dapat Rp 5.000 Sehari
TRIBUNJABAR.ID/M RIZAL JALALUDIN Deri Galih Saputra, penjual tahu gejrot di Palabuhanratu, Jawa Barat.
Editor: Indra Hot News —Kamis, 22 Juli 2021 13:40 WIB

TERASJABAR.ID - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat pendapatan penjual tahu gejrot di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merosot.

Penjual tahu gejrot, Deri Galih Saputra (25) mengatakan, pendapatannya selama PPKM ini menurun 85 persen. Biasanya sebelum PPKM pendapatannya Rp 150 hingga Rp 200 ribu. Saat PPKM, ia mengaku pernah berpendapatan Rp 5.000 sehari.

LIHAT JUGA:





View this post on Instagram











A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


"Merosot 85 persen, sebelum PPKM itu bisa dapat 150, 200, selama PPKM saya pernah dapat 5 ribu, selama PPKM itu mau satu bulan ya saya belum pernah dapat 100 ribu, bukan ngilangin rezeki tapi kenyataannya kaya gitu. Selama PPKM saya buka nyoba dari siang, kalau biasanya buka asar jam 4," kata Deri, Rabu (21/7/2021) malam.

TONTON JUGA:

Ia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan sosial Covid-19. Ia juga pernah mendaftar bansos UMKKM, namun belum pernah dapat.

BACA JUGA:Pemkab Purwakarta Resmi Terapan PPKM Level 4, Tapi Tidak Akan Seketat PPKM Darurat.

"Alhamdulillah selama corona ini sudah sekitar 2 tahun belum pernah dapat. UMKM belum pernah, pernah udah daftar karena ditawarin, tapi gak dapat," ucapnya.

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

ppkm umkm pelabuhan ratu sukabumi


Loading...