Minyak Mentah Dunia Bergejolak, PKS 'Warning' Pemerintah Jangan Buru-buru Naikkan Harga BBM

Minyak Mentah Dunia Bergejolak, PKS 'Warning' Pemerintah Jangan Buru-buru Naikkan Harga BBM
ETF Daily News ILUSTRASI \
Editor: Indra Teras Bisnis —Rabu, 21 Juli 2021 11:27 WIB

TERASJABAR.ID - Anggota Komisi VII DPR Mulyanto meminta Pemerintah tidak ikut menaikkan harga BBM dalam negeri ketika harga minyak dunia melonjak. 

Pemerintah disebut Mulyanto harus konsisten dengan kebijakan sebelumnya yang tidak menurunkan harga BBM dalam negeri ketika harga minyak dunia anjlok. 

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram











A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


"Apalagi dalam kondisi sulit seperti sekarang ini, sebaiknya Pemerintah jangan menaikkan harga BBM. Kasihan rakyat. Daya belinya masih belum pulih. Jika harga BBM dinaikan akan menambah beban hidup rakyat yang sekarang sedang melaksanakan PPKM," ujar Mulyanto, kepada wartawan, Rabu (21/7/2021). 

Dia mengatakan, beberapa bulan yang lalu Pertamina mengumumkan laba yang dihasilkan. Laba itu didapat dari keuntungan dimana rakyat membeli BBM dengan harga normal di saat harga minyak dunia anjlok.

TONTON JUGA:

"Sekarang Pertamina harus siap menerima konsekuensi. Jangan ikut-ikutan menaikan harga BBM di saat harga minyak dunia naik. Jangan rakyat lagi yang dikorbankan," tegas Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini

Untuk meringankan biaya pengadaan BBM yang net importer itu, Mulyanto minta Pemerintah menyediakan kompensasi yang memadai untuk meringankan Pertamina.

Dia meminta agar Pemerintah jangan lepas tangan menyikapi fluktuasi harga tersebut. "Pemerintah harus benar-benar memperhatikan kondisi riil ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini," kata Mulyanto. 

Sebelumnya diberitakan bahwa harga minyak dunia naik hingga sempat menyentuh harga tertinggi di level USD 77,16/barel di awal bulan Juli untuk minyak berjangka jenis Brent. 

BACA JUGA:Pengusaha yang Corat-coret Fortuner Usai Terjaring Razia PPKM Darurat Minta Maaf ke Bupati Kuningan

Kenaikan harga minyak juga terjadi pada harga MPOS ataupun Argus yang merupakan harga acuan dalam menentukan harga BBM dalam negeri sesuai Kepmen ESDM No.62/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan/atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan. 

"Pemerintah harus mempertimbangkan bahwa saat ini Premium sudah jarang ditemukan. Sebagian besar SPBU sudah tidak menjual BBM jenis Premium. Yang ada dan yang paling murah hanya Pertalite. Karena itu Pemerintah jangan ikut menaikkan harga Pertalite ini," tandas Mulyanto.

(SUMBER TRIBUNNEWS.COM)

Harga BBM Harga Minyak Dunia


Loading...