Heboh Guru SD di Kecamatan Mande Cianjur Ditolak Saat Berobat, Ternyata Begini Cerita Sebenarnya

Heboh Guru SD di Kecamatan Mande Cianjur Ditolak Saat Berobat, Ternyata Begini Cerita Sebenarnya
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin Puskesmas Mande, Kabupaten Cianjur. Ada Kabar seorang guru SD yang merupakan warga Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, ditolak pihak puskesmas dan bidan saat berobat
Editor: Indra Hot News —Selasa, 13 Juli 2021 15:27 WIB

TERASJABAR.ID - Ada Kabar seorang guru SD yang merupakan warga Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, ditolak pihak puskesmas dan bidan saat berobat.

Kabar tersebut beredar di grup WhatsApp.

Hasil penelusuran TribunJabar.id ke rumah pasien, Selasa (13/7/2021), sang suami, Dadan (61), mengatakan bahwa istrinya yang bernama Nina Herlina (57) menderita sakit lambung dan sulit makan karena terus muntah.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram











A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Nina merupakan guru SD di Mande.

"Saya ingin istri diinfus agar ada cairan masuk, bukannya ditolak. Kami telah berobat ke Puskesmas Mande dan diberi obat. Mungkin karena tak bisa diinfus itu, jadi kabarnya merebak," ujar warga Kampung Karanganyar, Desa Jamali RT 01/01, Kecamatan Mande, ini.

Dadan khawatir kondisi istrinya karena belum masuk makanan dan minuman, makanya ia berujar agar istrinya tersebut diinfus.

"Tapi medis menyarankan untuk minum obat dulu, jadi diberi obat saja," kata Dadan.

TONTON JUGA:

Ia mengatakan pada petang hari kemarin, asisten bidan desa juga datang ke rumah untuk memeriksa kondisi istrinya.

"Kabar ditolak bidan desa juga saya enggak tahu karena petang kemarin dari bidan desa datang ke rumah memeriksa kondisi istri saya," kata Dadan.

Kepala Puskesmas Mande, Euis Ratna Juwita, menjelaskan, kabar adanya pasien yang ditolak tidak benar.

"Setiap pasien yang datang ke puskesmas itu masuk datanya melalui sistem Simpus, ada pasien datang atas nama Nina dan sudah diberikan pelayanan oleh medis kami," ujar Euis melalui sambungan telepon.

BACA JUGA:Mauren, Ibunda Maudy Ayunda Ceritakan Perjalanan Pendidikan Maudy, Ungkap Fakta yang Tak Diketahui

Belakangan diketahui bahwa pasien Nina masih menggunakan alamat Tajurhalang Hilir saat berobat ke Puskesmas Mande.

Sementara dari kabar yang beredar di grup WhatsApp, guru SD bernama Nina ini ditulis beralamat di Jamali.

"Jadi pasien Nina itu tercatat di KTP warga Tajurhalang Hilir, bukan Jamali," kata Euis. (fam)

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

Kabupaten Cianjur Penolakan Pasien Puskesmas


Loading...