Mauren, Ibunda Maudy Ayunda Ceritakan Perjalanan Pendidikan Maudy, Ungkap Fakta yang Tak Diketahui

Mauren, Ibunda Maudy Ayunda Ceritakan Perjalanan Pendidikan Maudy, Ungkap Fakta yang Tak Diketahui
Instagram @maudyayunda Maudy Ayunda menyelesaikan pendidikan S2 di Stanford University
Editor: Indra Teras Seleb —Selasa, 13 Juli 2021 15:18 WIB

TERASJABAR.ID - Beberapa waktu lalu, aktris sekaligus penyanyi Maudy Ayunda berhasil menyelesaikan pendidikan S2-nya di Stanford University.

Kegigihan Maudy Ayunda tak mengesampingan pendidikan kerap menjadi teladan dan sorotan bagi kaum milenial Indonesia.

Bahkan tak sedikit pula membuat warganet dan anak muda Indonesia penasaran dengan rahasia kesuksesan Maudy Ayunda.

Rupanya di balik rahasia keberhasilan aktris cantik itu, tentunya ada dukungan dan peran sang ibu, Mauren Jasmedi.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram











A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)



Belakangan ini, sang ibu, Mauren Jasmedi akhirnya mengungkap fakta dan menjawab rasa penasaran netizen soal kisah dan cerita pendidikan Maudy Ayunda yang ditanamkan sejak dini.

Dengan runtut, Mauren menceritakan kisah Maudy yang sempat kesulitan belajar berbahasa inggris saat duduk di bangku Sekolah Dasar.

Namun, Maudy kala itu tetap berjuang untuk mengikuti pembelajaran di sekolah tersebut.

TONON JUGA:


"Saya baru menyadari bahwa dia kebingungan didlm kelas itu krn blm mampu berbahasa inggris dgn baik.

Namun dasarnya pejuang tangguh, & penyuka tantangan, anakku menyakinkan sy saat itu, bahwa ia siap menerima tantangan hrs belajar bahasa baru & materi pelajaran yg mungkin bs mbuat dia mengulang kelas , asalkan ttp bs bersekolah di SD tsb," tulis Mauren mengawali unggahannya di Instagram, Minggu 11 Juli 2021.

BACA JUGA:Warga Datangi Mapolres Sukabumi Cari Kendaraannya, Ini Rincian Motor yang Sempat Hilang Dicuri

Akhirnya, Mauren mantap menyekolahkan putri sulungnya itu di sekolah bertaraf internasional.

Hal itu bermula karena rasa kecewanya atas materi pembelajaran yang ada di sekolah berkurikulum nasional yang ia nilai tidak kurang tepat.

"Dipertengahan kelas 2 SD ,sulungku mantap merelakan sekolah lamanya, yang memberinya lebih banyak fasilitas dan berhalaman luas, demi sekolah barunya, yang walau kecil namun telah mampu mencuri hati kami teramat dalam," lanjutnya.

Akhirnya, Maudy Ayunda pun menamatkan sekolahnya di SD Mentari Intercultural Schooling Jakarta dan melanjutkan SMP di sekolah yang sama.

"Disanalah akhirnya anak2 sy menghabiskan sekolah dasar hingga masa SMP mereka usai( 9 tahun),

SD dan SMP itu, tumbuh bersama spt keluarga dgn anak2 kami. Sekarang sekolah tsb sdh mjadi besar bahkan menjd sekolah International fav, yg memiliki byk murid." lanjut ibu dua anak itu.

Ibunda Maudy Ayunda ceritakan kisah perjuangan dibalik pendidikan Maudy
Ibunda Maudy Ayunda ceritakan kisah perjuangan dibalik pendidikan Maudy (Instagram @muren.s)

Tak seperti yang dibayangkan banyak orang, biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan Maudy saat SD tidaklah semahal yang diperkirakan.

Karena kala itu, SD tempat Maudy bersekolah bisa dikatakan masih baru.

Bahkan, SD tersebut baru memiliki 2 angkatan.

"Bicara soal uang sekolah, SD yg saat itu baru punya 2 angkatan belumlah pede membandrol harga mahal seperti sekarang," sambung Mauren.

Kemudian tiba lah saat Maudy Ayunda menentukan sekolahnya setelah lulus SMP.

Diceritakan Mauren, Maudy Ayunda pun telah menentukan sekolah pilihannya.

Karena memiliki tekad kuat untuk masuk ke sekolah incaraannya, Maudy pun menawarkan diri untuk membiayai sekolahnya sendiri.

Mengingat saat itu Maudy Ayunda sudah memiliki penghasilan sendiri dari dunia entertain.

Kendati demikian, Mauren merasa tak sampai hati membiarkan sang anak mengeluarkan uang sendiri untk biaya pendidikan.

Akhirnya Mauren mencari solusi lain dengan memberikan penawaran kepada Maudy.

Mauren akhirnya memberikan pilihan untuk menjual mobil antar jemput, dengan konsekuensi, Maudy dan adiknya harus naik bis saat sekolah.

"Selama SMA kubiarkan anak-anak naik bis jemputan sekolah setiap hari dari Bintaro ke Kemang,.

Walau mereka hrs dijemput lebih pagi dan pulang lebih sore, bahkan kadang tertidur dimobil krn mobil itu berisi sampai 12 orang utk area Jakarta selatan yg hrs diantar jemput satu persatu," lanjut Mauren.

Pilihan tersebut memang diakui Mauren adalah keputusan yang cukup berat untuk dijalani.

"Sebuah pengalaman cukup berat masa itu namun manis untuk dikenang sekarang," ungkapnya.

Ibu Maudy kemudian berpesan, tentang pertimbangan menyekolahkan anak di sekolah internasional dibanding sekolah nasional. 

Bahwa tak ada yang salah dengan pilihan tersebut.

Kaarena, setiap orang tua berharap yang terbaik untuk pendidikan anaknya, asalkan pilihan tersebut menghasilkan pembelajaran kehidupan dan layak dperjuangkan untuk anak tersebut.

"Tapi kalau keputusan yang diambil tersebut berbuah lebih banyak pembelajaran kehidupan, layak diperjuangkan bukan?," pungkas Mauren.

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

Maudy Ayunda Perjalanan Pendidikan Standford University


Loading...