Ada Ledakan COVID-19, Puskesmas di Surabaya Beroperasi 3 Shift Setiap Hari

Ada Ledakan COVID-19, Puskesmas di Surabaya Beroperasi 3 Shift Setiap Hari
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sidak ke Puskesmas Manukan Kulon. Saat ini semua puskesmas buka 24 jam nonstop untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
Editor: Indra Hot News —Selasa, 13 Juli 2021 10:58 WIB

TERASJABAR.ID-Pengoperasian Puskesmas di Kota Surabaya, selama 24 jam setiap hari sudah dijalankan seiring dengan adanya lonjakan COVID-19 . Berbagai persiapan sarana dilakukan untuk menopang layanan lonjakan pasien yang terpapar COVID-19 .

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan, dirinya melihat langsung persiapan Puskesmas Manukan Kulon, Kecamatan Tandes. Ia melihat beberapa warga memanfaatkan pelayanan puskemas pada malam hari itu. Ia menegaskan bahwa puskesmas di Surabaya sudah siap membuka pelayanan 24 jam nonstop

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


"Nanti setiap puskesmas disiapkan petugas kelurahan/kecamatan dan Satpol PP, sehingga apabila sewaktu-waktu warga membutuhkan pertolongan medis maupun penjemputan pasien hingga jenazah, bisa langsung dibantu. Ini harus ditangani secara bersama-sama. Kita maksimalkan untuk menyelematkan warga Surabaya," kata Eri, Selasa (13/7/2021).

TONTON JUGA:

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita menuturkan, pihaknya memastikan Puskesmas di seluruh wilayah Kota Surabaya, sudah siap untuk melayani warga yang ingin berobat hingga 24 jam. Saat ini dirinya akan membagi jadwal jaga dengan tiga shift, namun untuk saat ini masih diberlakukan dua shift.

"Insya Allah sudah siap. Rencananya kita akan bagi menjadi tiga shift, tapi untuk saat ini karena kita masih kekurangan tenaga kesehatan , jadi dua shift dulu," ujar Feny, panggilan akrabnya.

Ia melanjutkan, beroperasinya puskesmas hingga 24 jam ini dikarenakan saat ini Tim Gerak Cepat (TGC) kewalahan untuk menangani situasi emergency. Sehingga, puskesmas dioperasikan sebagai titik TGC yang berada di wiliyah kerja puskesmas tersebut. "Kita lihat kondisinya TGC sudah kewalahan, akhirnya semua Puskesmas menjadi titik TGC yang berada di wilayah tersebut," ungkapnya.

BACA JUGA:Istri Hamil Tua Suami Tewas Dibunuh, Jasadnya Terbungkus dengan Badan Terikat

Feny menambahkan, layanan yang dibuka saat jam operasional malam hari hanya poli umum dan pelayanan darurat , karena tidak memungkinkan untuk membuka layanan lainnya. "Pelayanan yang dibuka hanya poli umum dan kondisi gawat darurat karena tidak memungkinkan malam hari melakukan selain hal-hal darurat," jelasnya.

Ia juga menceritakan, saat melakukan peninjauan, ada warga yang datang ke puskesmas untuk melaporkan bahwa di rumahnya ada anggota keluarganya yang mengalami penurunan saturasi oksigen . Pihak puskesmas langsung bergerak cepat untuk menjemput anggota keluarga tersebut. "Teman-teman puskesmas menggunakan ambulans langsung menjemput anggota keluarganya, kemudian akan dirujuk ke RS Lapangan Tembak," sambungnya.

Dia menambahkan, masyarakat juga dapat mengurus surat kematian, baik itu saat malam hari ataupun pagi harinya. Sesuai dengan instruksi Wali Kota Surabaya, bila ada warga yang meninggal harus segera dievakuasi dan dibawa ke pemulasaraan jenazah di Keputih. "Warga bisa datang ke sini mengurus surat kematian, baik itu saat malam hari ataupun keesokan paginya, untuk pengambilan jenazah nanti dari Dinas Sosial," jelasnya.

Covid19 Puskesmas Kota Surabaya


Loading...