Gagal Penalti, Ini Surat Permintaan Maaf Striker MU dan Inggris

Gagal Penalti, Ini Surat Permintaan Maaf Striker MU dan Inggris
(Andy Rain/Pool Photo via AP)
Editor: Mfakhrezi Sport Style —Selasa, 13 Juli 2021 10:07 WIB

TERAS JABAR - Striker Manchester United atau MU dan Inggris Marcus Rashford menulis surat permintaan maaf terbuka. Surat itu untuk para fans Inggris setelah dia gagal menjalankan tugasnya dalam adu penalti di final Euro 2020.

Seperti diberitakan sebelumnya, Inggris kalah dari Italia dalam laga final Euro 2020 di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021). Pasukan Gareth Southgate kalah 3-2 (1-1) lewat adu penalti.

Rashford, yang menjadi penendang penalti ketiga, gagal menjalankan tugasnya karena bola mengenai tiang gawang. Selain Rashford, Jadon Sancho dan Bukayu Saka juga gagal.

Namun, seperti biasa, Rashford tidak bersembunyi atas kegagalannya itu. Pemain berusia 23 tahun itu telah berbicara tentang kegagalannya itu dan banyak lagi melalui surat terbuka seperti dikutip Marca.

LIHAT JUGA :







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Pernyataan lengkap Marcus Rashford

"Saya bahkan tidak tahu harus mulai dari mana dan saya bahkan tak tahu bagaimana mengungkapkan dengan kata-kata bagaimana perasaan saya saat ini," bunyi pernyataan Rashford.

"Saya mengalami musim yang sulit, saya pikir itu sudah jelas bagi semua orang untuk melihat dan saya mungkin pergi ke final itu dengan kurang percaya diri. Saya selalu mendukung diri saya sendiri untuk penalti, tetapi ada sesuatu yang tidak terasa benar.

"Selama jangka panjang saya menghemat sedikit waktu saya dan sayangnya hasilnya tidak seperti yang saya inginkan," kata Rashford.

"Saya merasa seolah-olah saya telah mengecewakan rekan satu tim saya. Saya merasa seolah-olah saya akan mengecewakan semua orang. Hanya penalti yang saya minta untuk berkontribusi bagi tim. Saya bisa mencetak penalti dalam tidur saya, jadi mengapa yang itu tidak?

"Sudah bermain di kepala saya berulang-ulang sejak saya memukul bola dan mungkin tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan bagaimana rasanya. Final. 55 tahun. 1 penalti. Sejarah. Yang bisa saya katakan hanyalah maaf. Saya berharap itu terjadi secara berbeda," ucap Rashford.

TONTON JUGA :

Pernyataan berikutnya

"Sementara saya terus meminta maaf, saya ingin meneriaki rekan satu tim saya. Musim panas ini adalah salah satu kamp terbaik yang pernah saya alami dan Anda semua berperan dalam hal itu," ujar Rashford.

"Persaudaraan telah dibangun yang tidak dapat dipatahkan. Kesuksesan Anda adalah kesuksesan saya. Kegagalan Anda adalah milik saya. Saya telah tumbuh menjadi olahraga di mana saya berharap untuk membaca hal-hal yang tertulis tentang diri saya."

"Apakah itu warna kulit saya, tempat saya dibesarkan, atau, baru-baru ini, bagaimana saya memutuskan untuk menghabiskan waktu saya di luar lapangan."

"Saya dapat menerima kritik atas penampilan saya sepanjang hari, penalti saya tidak cukup baik, seharusnya masuk tetapi saya tidak akan pernah meminta maaf atas siapa saya dan dari mana saya berasal. Saya tidak merasakan momen yang lebih membanggakan daripada mengenakan ketiganya. Singa di dadaku dan melihat keluargaku menyemangatiku di antara 10 ribu orang," kata Rashford.

"Saya memimpikan hari-hari seperti ini. Pesan yang saya terima hari ini sangat luar biasa dan melihat tanggapan di Withington membuat saya hampir menangis. Komunitas yang selalu merangkul saya, terus mendukung saya.

"Saya Marcus Rashford, pria kulit hitam berusia 23 tahun dari Withington dan Wythenshawe, Manchester Selatan. Jika saya tidak punya apa-apa lagi, saya memilikinya. Untuk semua pesan yang baik, terima kasih. Saya akan kembali lebih kuat. kembali lebih kuat," tutup Rashford.

BACA JUGA :

Gesekan Antara TNI-Polri Tidak Boleh Terjadi Lagi, Harus Disudahi


(Sumber,Liputan6.com)

MarcusRashford ManchesterUnited INGGRIS


Loading...