Dokter China Periksa Paru-paru Pasien Corona dengan Kecerdasan Buatan

Dokter China Periksa Paru-paru Pasien Corona dengan Kecerdasan Buatan
cnn indonesia
Editor: Dani Ramdani Teras Health —Selasa, 13 Juli 2021 10:03 WIB

Terasjabar.id--

Ketika Covid-19 mencapai puncaknya di China, sejumlah dokter di Kota Wuhan menggunakan algoritma kecerdasan buatan (AI) untuk memindai paru-paru ribuan pasien.

Algoritma yang dikembangkan oleh Axial AI itu menganalisis hasil CT-scan dalam hitungan detik. Sistem itu akan menunjukkan, misalnya, apakah pasien memiliki risiko tinggi terkena pneumonia dari virus corona atau tidak.

Sebuah konsorsium perusahaan telah mengembangkan AI untuk menghadapi wabah virus corona.

  • Mengapa menengkurapkan pasien Covid-19 bisa menyelamatkan nyawa
  • Enam vaksin virus corona yang sudah diuji coba pada manusia
  • Apa yang terjadi pada tubuh jika terinfeksi virus corona?
  • Covid-19: Gejala, penyebaran, cara penanganan, pengobatan dan penyembuhan

Area berwarna menunjukkan adanya pneumonia. (UCSD HEALTH)

Mereka mengatakan sistem itu dapat menunjukkan apakah paru-paru pasien telah membaik atau memburuk dari waktu ke waktu, ketika lebih banyak CT scan dilakukan untuk perbandingan.

Sebuah rumah sakit di Malaysia sekarang sedang menguji coba sistem tersebut dan Axial AI juga menawarkan sistem itu ke layanan kesehatan Inggris, NHS.

Di seluruh dunia, teknologi kecerdasan buatan (AI) digunakan dengan cepat sebagai untuk mengatasi pandemi virus corona.

Beberapa orang mempertanyakan apakah AI cukup andal, - karena bagaimanapun, nyawa orang dipertaruhkan.

BBC telah meminta Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris (DHSC) untuk mengkonfirmasi apakah sistem AI Axial akan diujicobakan di Inggris, tetapi sejauh ini belum menerima tanggapan.

Hambatannya adalah NHS tidak biasa menggunakan CT-scan untuk melihat paru-paru pasien Covid-19.

Rontgen dada lebih sering digunakan sebagai gantinya. Rontgen kurang detail daripada CT scan tetapi lebih cepat cara kerjanya dan ahli radiologi masih dapat mengidentifikasi jika ada pneumonia.

Namun, berkat pandemi ini, beberapa rumah sakit Inggris kini menggunakan AI untuk membantu staf medis menginterpretasi hasil Sinar-X dada dengan lebih cepat.

Misalnya, staf di Rumah Sakit Royal Bolton, menggunakan AI untuk memeriksa lebih dari 11.000 Sinar-X dada, termasuk sekitar 500 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Sistem ini telah digunakan di rumah sakit selama sekitar satu minggu, kata Rizwan Malik, seorang konsultan radiologi di rumah sakit.

Ia memperkirakan hasil pemindaian rontgen paru-paru lebih dari 100 pasien akan dianalisis oleh sistem.

Dalam hal ini, algoritma dirancang untuk mencari tanda-tanda Covid-19, seperti pola Ground Glass Opacity di paru-paru.

"Pada dasarnya sistem ini memberi dokter alat lain untuk membantu mereka membuat keputusan - misalnya, pasien mana yang harus mereka rawat atau yang boleh pulang," kata Dr Malik.

Ia menambahkan data pasien diproses seluruhnya dalam sistem rumah sakit itu sendiri. Perangkat lunak itu dikembangkan oleh Qure.ai yang berbasis di Mumbai.

Dr Malik mengatakan sistem tersebut telah melalui pemeriksaan sebelum digunakan di rumah sakitnya.

FOLLOW JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)




(DETIK.COM)


CORONA COVID19 COVID


Loading...