China Luncurkan 'Bom Alami' ke Laut China Selatan, Apaan Tuh?

China Luncurkan 'Bom Alami' ke Laut China Selatan, Apaan Tuh?
wikipedia
Editor: Dani Ramdani Hot News —Selasa, 13 Juli 2021 09:43 WIB

Terasjabar.id- Seorang pakar citra satelit asal Amerika Serikat (AS) menyebut bahwa selama 'pendudukannya' di Laut China Selatan (LCS), kapal China 'selalu meluncurkan bom alami' yang ditujukan kepada terumbu karang di perairan itu. Namun bom alami ini bukanlah bom betulan melainkan kotoran manusia dan air limbah dari kapal-kapal yang berlabuh di perairan itu.

Dikutip Associated Press (AP), Kepala Simularity Inc. Liz Derr yang menciptakan teknologi kecerdasan buatan untuk analisis citra satelit, ini setidaknya ditemukan lima tahun terakhir. Citra satelit menemukan kotoran manusia, limbah dan air limbah telah menumpuk di area terumbu karang Kepulauan Spratly dan merusak alga

"Ratusan kapal yang berlabuh di Spratly membuang limbah mentah ke terumbu karang yang mereka tempati. Ketika kapal tidak bergerak, kotoran menumpuk," kata Derr dikutip Selasa (12/7/2021).

Dalam pantauan satelit tanggal 17 Juni, ia menemukan sekitar 236 kapal nelayan China yang sedang melakukan kegiatan di perairan itu. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hal ini telah mengancam beberapa spesies ikan yang selalu bermigrasi di wilayah karang itu, terutama tuna.

China sendiri belum berkomentar mengenai hal ini. Tetapi Beijing menegaskan telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi perikanan dan lingkungan di LCS.

Sementara itu Filipina, yang bersengketa dengan China di wilayah Spratly, menyebut akan mencoba menindaklanjuti penemuan ini. Protes ke China mungkin saja akan dibuat.

"Temuan itu harus dinilai dan disahkan oleh otoritas Filipina, sebelum mengambil keputusan apakah protes terhadap China dapat dibuat," ujar Asisten Sekretaris Departemen Luar Negeri Eduardo Menez.

LCS merupakan jalur penting untuk sebagian besar pengiriman komersial dunia. Laut ini berbatasan dengan Brunei, Kamboja,China, Indonesia,Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

China mengklaim sekitar 90% dari lautan itu dalam apa yang disebut sebagai "sembilan garis putus-putus" di mana mencakup area seluas sekitar 3,5 juta kilometer persegi (1,4 juta mil persegi). Klaim tersebut telah menimbulkan ketegangan di wilayah itu

FOLLOW JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)



(CNBC INDONESIA)

CHINA LAUT CHINA SELATAN BOM CHINA


Loading...