Awas Keributan! Biden Siap Hajar China di Laut China Selatan

Awas Keributan! Biden Siap Hajar China di Laut China Selatan
Tangkapan layar twitter @USPacificFleet)
Editor: Dani Ramdani Hot News —Senin, 12 Juli 2021 15:42 WIB

Terasjabar.id-- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut bahwa pemerintahannya akan tetap mempertahankan kebijakan presiden pendahulu Donald Trump mengenai Laut China Selatan (LCS).


Dalam sebuah pernyataan pers, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Anthony Blinken menyebut bahwa kebijakan Trump untuk menentang China di LCS akan terus menjadi prioritas pemerintahan Biden.

Gedung Putih bahkan berjanji untuk membantu negara-negara, seperti Filipina, yang memenangkan sengketa perairan itu dari China.

"Tidak ada tatanan maritim berbasis aturan di bawah ancaman yang lebih besar daripada di Laut China Selatan," kata Blinken, menggunakan bahasa yang mirip dengan Menlu era Trump, Mike Pompeo, dikutip dari Associated Press, Senin (12/7/2021).

"AS menegaskan kembali kebijakan 13 Juli 2020 mengenai klaim maritim di Laut China Selatan."

Ia menuduh China terus memaksa dan mengintimidasi negara-negara pesisir Asia Tenggara, mengancam kebebasan navigasi di jalur global ini.

"Kami juga menegaskan kembali bahwa serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina, kapal umum, atau pesawat terbang di Laut China Selatan akan meminta komitmen pertahanan bersama AS," jelasnya.

Pada era pemerintahan Trump, Washington menyatakan akan membantu Manila dalam menangkal tekanan dari Beijing. Trump menyebut bahwa hal ini sendiri sebenarnya sudah tercantum dalam pasal IV Traktat Pertahanan Bersama AS-Filipina tahun 1951.

Di era Biden yang belum berjalan setahun ini, beberapa ketegangan militer antara AS dan China sudah berlangsung di perairan kaya hasil alam itu. Terbaru, China mengirimkan pesawat tempur siluman ke LCS setelah mengecam aksi AS yang mengirim kapal USS Curtis Wilbur untuk memasuki perairan yang diklaim oleh Beijing.

FOLLOW JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)




(CNBC INDONESIA)

joe biden amerika china


Loading...