Gedung DPR Disimulasikan Jadi RS Darurat, Bisa Nggak?

Gedung DPR Disimulasikan Jadi RS Darurat, Bisa Nggak?
(Foto: Antara Foto)
Editor: Kian Santang Teras Health —Senin, 12 Juli 2021 15:40 WIB

Terasjabar.id - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mensimulasikan persiapan gedung DPR jika dijadikan RS darurat COVID-19, sebagaimana usulan Fraksi Partai Demokrat (PD). Sejumlah kendala ditemukan dalam simulasi tersebut, salah satunya tempat tidur pasien tidak dimasukkan ke lift.

Kegiatan simulasi tersebut digelar Senin (12/7/2021) siang. Dasco didampingi Sekjen DPR Indra Iskandar, sejumlah anggota DPR dan pengelola gedung.

Dalam simulasinya, tempat tidur pasien rumah sakit coba dimasukkan ke lift. Ternyata lebar tempat tidur melebihi lebar lift.

LIHAT JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Selain itu, Dasco juga meninjau ruang rapat paripurna DPR, yang menurutnya, diusulkan jadi bangsal. Ternyata lantai ruang paripurna tidak bisa digunakan untuk menaruh tempat tidur pasien, karena permukannya menurun.

"Bahwa ke ruang paripurna lift itu kan hanya satu. Nah sementara memasukkan tempat tidurnya saja kan nggak cukup. Lalu kemudian ruang rapat paripurnanya kan tidak rata, yang bangsal-bangsal, itu kan diusulkan untuk bangsal tadinya," kata Dasco di halaman gedung Nusantara I usai simulasi.

"Kondisinya kan menurun, konstruksinya begitu, sehingga kita kesulitan taruh tempat tidur karena tempatnya kan tidak rata. Itu yang ruang paripurna untuk bangsal," imbuhnya.

Dasco juga meninjau ruang anggota DPR di gedung Nusantara I. Pimpinan DPR dari Fraksi Gerindra itu menjelaskan jumlah lantai gedung Nusantara I ada 23. Setiap lantai memiliki 30 ruangan yang bisa diisi 3 orang.

"Yang kedua tadi kan saya bawa ke ruangan anggota, ada 23 lantai, di setiap lantai ada 30 ruangan. 30 ruangan itu bisa kapasitas satu ruangannya itu per lantai 30, itu bisa 60-90, dengan posisi kamar mandi cuma 6," terang Dasco.

Dasco menyebut salah satu kendala di gedung Nusantara I adalah lift-nya. Dia memprediksi untuk membongkar seluruh ruangan anggota DPR menjadi kamar perawatan membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Kemudian tadi sudah sama-sama kan, lift-nya sudah tua, tempat tidur nggak masuk. Kemudian sampah disinfeksinya kita mesti perhitungan bagaimana, supaya tidak membuat masalah baru. Lalu kemudian kita harus bongkar-bongkar total itu membutuhkan waktu yang cukup lama, menurut kita," sebut Waketum Gerindra itu.

Dari beberapa tempat di kompleks MPR/DPR, yang memungkinkan untuk digunakan adalah lapangan seluas 80x90 meter yang berada di depan gedung Nusantara I. Dasco menilai di lapangan tersebut bisa didirikan tenda darurat. Tapi harus dipikirkan juga kamar mandi dan fasilitas penunjang lainnya.

"Setelah disimpulkan bisa atau nggak, ya tinggal lapangan, itu aja," ucapnya.

Dasco menyambut baik usulan gedung DPR dijadikan RS Darurat COVID-19. Dia meyakini Kementerian Kesehatan nantinya akan menganalisis apakah area mana di kompleks MPR/DPR yang layak dijadikan tempat perawatan pasien Corona.



"Kami menyambut baik usulan tersebut dan kami pada prinsipnya tidak keberatan. Tapi tadi teman-teman sudah melihat peninjauan teknis secara langsung dan tentunya sudah bisa mengambil kesimpulan, apakah memungkinkan atau tidak," tutur Dasco.

"Tapi nanti Kemenkes akan berhitung, apakah ini efisien atau tidak, efektif atau tidak. Sementara mereka sedang menyiapkan di banyak tempat menurut saya, dan kita nggak mau juga dipojokkan, 'wah kita nggak empati sama masyarakat'. Makanya kita tadi ajak kawan-kawan melihat langsung persiapan teknis, apakah memungkinkan atau tidak," sambung dia.

Seperti diketahui, Partai Demokrat mengusulkan agar gedung DPR dijadikan RS Darurat COVID-19. PD menyebut gedung DPR bisa dijadikan RS Darurat COVID-19 jika RS-RS rujukan sudah tak bisa menampung pasien.

"Kalo memang rumah sakit sudah penuh sehingga banyak pasien COVID telantar dan harus tunggu antre berjam-jam, sebaiknya halaman dan gedung DPR/MPR dijadikan rumah sakit darurat. Untuk keselamatan rakyat, keselamatan dan kesembuhan pasien COVID. Ada pendapat lain?" kata Waketum PD Benny K Harman di Twitter, Jumat (9/7/2021).

(sumber:detik.com)

DPR Rs darurat Indonesia


Loading...