Pemain 19 Tahun kok Jadi Penendang Kelima Inggris, Mana Seniornya?

Pemain 19 Tahun kok Jadi Penendang Kelima Inggris, Mana Seniornya?
(Foto: AP/Andy Rain)
Editor: Kian Santang Sport Style —Senin, 12 Juli 2021 13:32 WIB

Terasjabar.id - Italia juara Euro 2020 usai kegagalan Bukayo Saka sebagai penendang kelima Inggris dalam drama adu penalti. Ada pertanyaan besar kenapa Saka yang tampil jadi algojo kelima tim Tiga Singa.

Inggris mengawali final Euro 2020 di Wembley, Senin (12/7) dini hari WIB, dengan amat menjanjikan. Ada Luke Shaw yang sudah menggetarkan gawang Italia di menit kedua.

Namun, Gli Azzurri kemudian bangkit lewat gol balasan di paruh kedua laga. Leonardo Bonucci menjebol gawang Tiga Singa di menit ke-67 untuk bikin skor jadi sama kuat 1-1.

Duel Italia vs Inggris di final Euro 2020 itu pun kemudian berlanjut ke extra time. Ketiadaan gol tambahan lantas bikin adu penalti harus dilakukan.

Dalam adu tos-tosan, Inggris awalnya sempat di atas angin atas Italia selepas dua tembakan bergiliran. Itu karena Harry Kane dan Harry Maguire mampu menuntaskan tugas buat Inggris. Sementara di kubu Italia cuma Domenico Berardi yang berhasil mengirim bola ke dalam gawang, sedangkan Andrea Belotti gagal melakukannya.

Namun, situasi kemudian berbalik. Bonucci dan Federico Bernardeschi secara berturut-turut mampu mengeksekusi penalti dengan baik buat Italia, sementara Marcus Rashford dan Jadon Sancho sebagai penendang Inggris malah gagal melakukannya.

Kegagalan Jorginho sebagai penendang kelima Italia sempat bikin Inggris masih punya asa. Lalu majulah Bukayo Saka sebagai penendang kelima Inggris. Bola sepakannya tak kuasa melewati Donnarumma, Italia pun juara.

Kehadiran Saka pada momen krusial itu pun memancing tanya. Kenapa bisa-bisanya seorang pemain yang baru 19 tahun, dan disebut Sky Sports belum pernah mengambil penalti saat membela Arsenal di level klub, diberi tanggung jawab sebesar itu? Apa tak ada pemain Inggris lebih senior yang siap tampil pada momen penentu semacam itu? Salah satunya dari mantan pesepakbola Roy Keane.

"Jika jadi (Raheem) Sterling atau (Jack) Grealish, mereka mestinya tidak bisa duduk berdiam diri dan membiarkan anak muda ini (Saka) mengambil penalti sebelum diriy, tak boleh!" kata Keane dalam komentarnya di ITV.

"Anda tak bisa membiarkan seorang anak muda pemalu 19 tahun maju lebih dulu. Mereka itu kan lebih berpengalaman, Sterling punya lebih banyak trofi, mereka harusnya maju lebih dulu sebelum anak muda itu," lanjutnya.

Setelah gagal melaksanakan tugas, Bukayo Saka terlihat langsung berurai air mata. Rekan-rekan satu tim, plus Gareth Southgate manajer Inggris, terlihat memberinya hiburan.

"Ia tak sendirian. Kami harus ikut memberinya dukungan. Kami harus ada di sana membantunya. Tapi saya yakin ia akan dapat banyak simpati dan rasa sayang dari luar," ucap Southgate.

(sumber:detk.com)

Inggris Italia Euro 2020


Loading...