Nenek di Belgia Meninggal Akibat Infeksi Dua Varian COVID-19

Nenek di Belgia Meninggal Akibat Infeksi Dua Varian COVID-19
(AP PHOTO/RAFIQ MAQBOOL)
Editor: Kian Santang Teras Health —Senin, 12 Juli 2021 10:04 WIB

Terasjabar.id - Seorang nenek berusia 90 tahun meninggal dunia usai terinfeksi COVID-19. Namun, nenek asal Belgia tersebut diketahui terinfeksi dua varian Corona sekaligus, yakni varian Alpha dan Beta.

"Kedua varian ini menyebar di Belgia pada saat itu, jadi kemungkinan wanita itu terinfeksi virus yang berbeda dari dua orang yang berbeda," kata ahli biologi molekuler dari rumah Sakit OLV, yang memimpin penelitian, Anne Vankeerberghen, seperti dilansir AFP, Minggu (11/7/2021)

LIHAT JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


"Sayangnya, kita tidak tahu bagaimana dia terinfeksi." lanjutnya.

Menurut para peneliti di Belgia, peristiwa tersebut merupakan fenomena langka. Namun tidak melepas kemungkinan terjadi dua infeksi sekaligus.

Wanita yang diketahui belum divaksin tersebut memang tinggal sendiri. Ia kemudian dirawat di Rumah Sakit OLV di kota Aalst, Belgia.

Saat dirawat, kadar oksigennya cukup baik di awal. Namun kondisinya kian menurun dengan cepat hingga meninggal dunia lima hari kemudian.

Saat di tes, staf rumah sakit dikagetkan dengan penemuan dua varian, yakni Alpha yang berasal dari Inggris dan varian Belta yang dideteksi pertama kali di Afrika Selatan tersebut.

Menurut Vankeerberghen, sulit mengatakan apakah koinfeksi berperan dalam cepatnya penurunan kondisi pasien.

TONTON JUGA:

Penelitian, yang belum diserahkan ke jurnal medis untuk publikasi, sedang dipresentasikan di Kongres Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular Eropa.

Dalam siaran pers, Vankeerberghen mengatakan tidak ada kasus serupa yang terjadi di Belgia. Namun pihaknya menambahkan bahwa "fenomena itu mungkin kerap diremehkan".

"Ini karena pengujian terbatas untuk varian yang menjadi perhatian," katanya sembari menyerukan agar pengujian PCR cepat ditingkatkan untuk mendeteksi mutasi varian COVID-19.

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada Januari lalu. Para ilmuwan di Brasil melaporkan dua orang telah terinfeksi secara bersamaan dengan dua jenis virus corona yang berbeda. Namun penelitian tersebut belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.


Menanggapi penelitian tersebut, seorang ahli virologi dan Profesor Onkologi Molekuler di Universitas Warwick, Lawrence Young, mengaku tidak mengejutkan jika menemukan seseorang yang terinfeksi lebih dari satu jenis virus.

"Studi ini menyoroti perlunya lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah infeksi dengan berbagai varian yang menjadi perhatian mempengaruhi perjalanan klinis COVID-19 dan apakah ini membahayakan kemanjuran vaksinasi," tambahnya.


(sumber:detik.com)

Corona Covid-19 Kesehatan


Loading...