Vaksinasi Gotong Royong Mandiri di Bandung Diundur, Pendaftar Datangi Klinik Kimia Farma

Vaksinasi Gotong Royong Mandiri di Bandung Diundur, Pendaftar Datangi Klinik Kimia Farma
Tribun Jabar/Cipta Permana Suasana di klinik Kimia Farma Supratman yang akan memulai program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu atau vaksinasi berbayar mulai Senin (12/7/2021).
Editor: Indra Teras Bandung —Senin, 12 Juli 2021 10:01 WIB

TERASJABAR.ID-Warga yang hendak mendapat vaksin Covid-19 gotong royong individu belum bisa di mendapatkannya di Klinik Kimia Farma Supratman, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/7/2021).

Mereka pun belum bisa mendaftar untuk mendapatkan vaksinasi gotong royong individu melalui berbagai kanal yang sudah disediakan.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Sejumlah warga yang gagal mendaftar pun langsung mendatangi Klinik Kimia Farma. Mereka mengatakan tidak bisa mendaftar dan berniat mendaftar secara langsung di klinik.

Warga Jalan Tera, Kota Bandung, Hilda (35), mengaku sengaja mendatangi Klinik Kimia Farma dan menanyakan pendaftaran untuk mendapat vaksinasi berbayar tersebut. Ia gagal mendaftar melalui telepon dan website.

"Kemarin saya ke sini, sama banyak orang juga ke sini menanyakan pendaftaran. Sekarang ke sini lagi karena belum juga bisa akses. Tahunya diundur," kata Hilda seusai menanyakan hal tersebut ke petugas Kimia Farma.

Hilda mengatakan tidak masalah jika harus membayar untuk mendapat vaksinasi Covid-19. Karena ia merasa sangat tidak nyaman dan mengkhawatirkan kesehatannya jika harus berkerumun di lokasi vaksinasi massal.

"Kalau diundur, mending nunggu vaksin dari Pfizer saja sekalian. Saya bolak-balik ke sini juga enggak bisa daftar terus," kata Hilda.

Warga Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Matthew (30), pun bernasib serupa. Ia kemudian mendapat pengumuman dari website resmi Apotek Kimia Farma bahwa jadwal vaksinasi gotong royong individu tersebut ditunda.

"Saya kira ada masalah di pendaftarannya saja. Ya saya datang langsung saja ke apotek. Tahunya memang jadwalnya diundur. Enggak tahu sampai kapan," katanya.

TONTON JUGA:

Petugas di Klinik Kimia Farma Supratman pun terlihat sibuk menerima pertanyaan warga melalui telepon dan yang langsung datang ke klinik. Ia memberitahukan vaksinasi tersebut diundur sampai waktu yang belum ditentukan.

Petugas yang enggan diwawancarai dan belum bisa mempersilakan pengambilan gambar di klinik tersebut pun mempersilakan wartawan mengutip pengumuman langsung dari website resmi Kimia Farma.

Pada website kimiafarmaapotek.co.id terdapat pengumuman yang menyatakan jadwal vaksinasi gotong royong individu ditunda sampai pemberitahuan selanjutnya.

"Kami mohon maaf karena jadwal vaksinasi gotong royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," tertulis dalam website tersebut.

Melalui pengumuman itu Kimia Farma mengatakan animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi vaksinasi gotong royong individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta.

BACA JUGA:Tak Apresiasi Asrama Haji Jadi RSD Covid-19, Anggota DPR Harada Lonjakan"Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal (herd immunity) yang lebih cepat di Indonesia," tertulis di la.man itu

Sebelumnya dilansir kompas.com, cara pendaftaran peserta vaksinasi berbayar bisa dilakukan melalui 3 jalur.

Pertama, melalui contact/call centre Kimia Farma di nomor 1-500-255. Kedua melalui website www.kimiafarmaapotek.co.id, kemudian akan diarahkan melalui koneksi nomor WhatsApp.

Ketiga, pendaftaran vaksinasi berbayar bisa melalui aplikasi Kimia Farma (KF) Mobile yang dapat diunduh melalui Play Store dan App Store.

Namun pendaftaran lewat Kimia Farma Mobile baru bisa dilakukan mulai Kamis (15/7/2021) karena alasan masih proses penyempurnaan.

Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika (KFD), Agus Chandra, menyebutkan 8 klinik yang bisa melayani vaksinasi Covid-19 mulai Senin besok. Antara lain:

1. Jakarta KF Senen, kapasitas 200 orang per hari

2. Jakarta KF Pulogadung, kapasitas 200 orang per hari

3. Jakarta KF Blok M, kapasitas 100-200 orang per hari

4. Bandung KF Supratman (Drive Thru), kapasitas 200 orang per hari

5. Semarang KF Citarum, kapasitas 100 orang per hari

6. Solo KF Sukoharjo, kapasitas 500 orang per hari

7. Surabaya KF Sedati, kapasitas 200 orang per hari

8. Bali KF Batubulan, kapasitas 100 orang per hari.

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

Vaksinasi Gotong Royong Kimia Farma Bandung


Loading...