Apresiasi Asrama Haji Jadi RSD Covid-19, Anggota DPR Harap Tak Ada Lonjakan

Apresiasi Asrama Haji Jadi RSD Covid-19, Anggota DPR Harap Tak Ada Lonjakan
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, yang diresmikan sebagai tempat isolasi dan perawatan bagi pasien Covid-19, Jumat (9/7/2021) hari ini. (SETPRES/AGUS SU
Editor: Indra Hot News —Senin, 12 Juli 2021 09:52 WIB

TERASJABAR.ID-Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengapresiasi gerak cepat pemerintah menjadikan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur menjadi rumah sakit darurat penanganan pasien Covid-19 yang mulai beroperasi sejak Sabtu (10/7/2021). Menurut dia, hal ini menjadi bukti nyata kerja pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 untuk masyarakat.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


"Ini kan bukti nyata, pemerintah bekerja serius dan bertindak all out menangani saudara-saudara kita yang sakit. Bayangkan, hanya dalam lima hari, Asrama Haji bisa dibuat berubah fungsi menjadi rumah sakit penanganan Covid-19, bukan untuk tempat isolasi mandiri lho,” kata Rahmad dalam keterangannya, Minggu (11/7/2021).

Berlangsung 5 Hari Politisi PDI-P itu secara khusus juga mengapresiasi jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Kesehatan yang telah memfasilitasi segala fasilitas kesehatan penanganan Covid-19 di Asrama Haji. Rahmad menambahkan, di sisi lain segala upaya dan kerja keras pemerintah mengatasi lonjakan kasus Covid-19 akan percuma jika masyarakat masih abai dengan protokol kesehatan.

TONTON JUGA:


Ia menilai, seharusnya menjaga protokol kesehatan menjadi catatan semua pihak.Menurut dia, berapa pun rumah sakit yang disiapkan negara, jumlahnya tidak akan cukup untuk membendung lonjakan kasus Covid-19 jika masyarakat masih abai protokol kesehatan. "Negara sudah pontang-panting, tapi kalau kita tidak taat aturan ya percuma," tuturnya.

Ia mengatakan, Covid-19 bisa dikendalikan apabila semua pihak bekerja sama serta mulai menggelorakan semangat gotong royong terutama di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat. Sebab, Rahmad menilai bahwa pemerintah tidak akan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal jika masih banyak masyarakat yang abai protokol kesehatan.

"Mobilitas masih tinggi. Sesama warga juga bisa saling mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," kata dia. Selain itu, Rahmad berharap pemerintah daerah (Pemda) lainnya juga melakukan hal yang sama dengan membuat rumah sakit penanganan Covid-19 yang memanfaatkan gedung dan sarana Pemda.

BACA JUGA:Anggota DPR Kritik Vaksinasi Berbayar: Pemerintah Jangan Berbisnis dengan Rakyat di Masa Sulit Ini

 YLKI: Yang Gratis Aja Masih Banyak yang Malas, apalagi Ini... Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pemerintah pusat harus mendampingi pemerintah daerah dalam alih fungsi tempat sebagai RS Covid-19 di daerah. "Untuk memperbanyak rumah sakit penanganan Covid-19 di daerah, pemerintah pusat harus melakukan pendampingan mengingat keuangan daerah terbatas," ujar Rahmad. Diketahui bersama, Asrama Haji Pondok Gede sudah berubah fungsi menjadi rumah sakit darurat Covid-19 sejak Sabtu (10/7/2021). Asrama Haji Pondok Gede menyediakan 910 tempat tidur isolasi, termasuk 36 high care unit (HCU). Kemudian, ada lebih dari 370 tempat tidur untuk tenaga kesehatan.
(SUMBER KOMPAS.COM)

Asrama Haji Anggota DPR Covid19


Loading...