Eks Tentara Kolombia Dituduh Bunuh Presiden Haiti, Kerabat Menepis

Eks Tentara Kolombia Dituduh Bunuh Presiden Haiti, Kerabat Menepis
(Foto: AP/Joseph Odelyn)
Editor: Kian Santang Hot News —Minggu, 11 Juli 2021 10:29 WIB

Terasjabar.id - Saudara perempuan dari salah satu eks tentara Kolombia, yang tewas ditembak polisi Haiti, menyebut kerabatnya itu dipekerjakan sebagai pengawal. Kesaksian ini bertentangan dengan otoritas setempat yang menyampaikan 26 warganya, termasuk 17 eks tentaranya terlibat dalam pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise.

"Ada sesuatu yang janggal," kata saudara eks tentara bernama Duberney Capador, Jenny Carolina Capador seperti dilansir dari Reuters, Minggu (11/7/2021).

"Yang saya tahu, dan yang akan saya yakinkan ke seluruh dunia, adalah bahwa saudara laki-laki saya adalah orang yang benar dan saudara laki-laki saya tidak melakukan apa yang mereka tuduhkan kepadanya." lanjutnya.

Jenny Calorina mengatakan Duberney - yang terlatih dalam kontraterorisme - sudah pensiun sebagai tentara usai berkarir selama 21 tahun di tahun 2019 lalu.

LIHAT JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Di masa pensiunnya, ayah dua anak tersebut disibukkan dengan ternak ayam dan ikan. Ia kemudian mendapat tawaran pekerjaan sebagai pengawal dari mantan rekannya.

"Mereka memberinya tawaran untuk bekerja di sektor keamanan, untuk memberikan keamanan dan berkolaborasi dengan perlindungan bagi orang-orang penting, dan mereka akan membayarnya dengan bayaran yang layak," kata Jenny Carolina

Jenny Carolina mengaku sempat berkomunikasi dengan Duberney terkait pembunuhan Presiden Haiti.

"Dalam percakapan terakhir yang saya lakukan dengan saudara laki-laki saya, dia memberi tahu saya, 'Kami sampai di sini terlambat; sayangnya, orang yang akan kami jaga, kami tidak bisa berbuat apa-apa,'" kenangnya.

Kemudian pada malam harinya, Duberney memberi tahu melalui pesan singkat bahwa dirinya diserang. Dia memintanya untuk tidak memberi tahu ibu mereka tentang situasi tersebut dan akan berusaha mencari jalan keluar.

"Dia mengatakan kepada saya, 'Kami terjebak, mereka mengurung kami dan mereka menembak,'" cerita Jenny Carolina.

"Sampai 5:50 (sore), saya menghubunginya kembali untuk mengetahui keadaannya, dan dia berkata 'baik' dan sejak itu saya tidak pernah mendengar apa pun lagi dari saudara saya."

Capador berharap bisa membawa pulang jenazah kakaknya.

TONTON JUGA:

"Kakak saya tidak pergi untuk mengancam kehidupan presiden," katanya. "Saya 100% yakin dia tidak bersalah."

Sementara itu, salah satu istri eks tentara yang kini ditangkap juga angkat suara kepada radio lokal Kolombia. Eks tentara bernama Francisco Eladio Uribe disebut mendapat tawaran pekerjaan dari pria yang disebut sebagai 'Capador'.

Pihak pejabat Kolombia mengakui para eks tentaranya kerap direkrut untuk bekerja sebagai tentara bayaran di negara lain. Diketahui Kolombia memang memfasilitasi tempat pelatihan yang produktif bagi tentara, namun di usia 40-an banyak tentara yang kemudian pensiun.

BACA JUGA: Ada Vaksin COVID-19 Berbayar di Kimia Farma, Ini Harga dan Jenis Vaksinnya

Polisi Kolombia juga menolak untuk merinci siapa yang mempekerjakan orang-orang itu, sembari menyebut masalah itu masih dalam penyelidikan.

Seperti diketahui sebelumnya, Moise tewas dibunuh oleh sekelompok individu bersenjata yang menyerang kediamannya pada Rabu (7/7) dini hari. Istri Moise, Martine, juga terkena tembakan namun berhasil selamat dan kini menjalani perawatan medis di Miami, Amerika Serikat (AS).


(sumber:detik.comP)

Penuduhan Pembunuhan Negara Presiden


Loading...